Harga Cabai Di Pasar Melambung, Petani Hanya Jual Rp17.000/Kg – Video

Harga Cabai Di Pasar Melambung, Petani Hanya Jual Rp17.000/Kg
0 Komentar

Harga cabai rawit merah di tingkat konsumen melonjak tajam hingga menembus angka Rp63.000 per kilogram. Namun, tingginya harga di pasaran tersebut belum berbanding lurus dengan nasib para petani. Di tingkat produsen, harga cabai rawit merah justru anjlok dan hanya dihargai Rp17.000 per kilogram. Kondisi ini diperparah oleh penurunan hasil panen akibat faktor cuaca ekstrem.

Melambungnya harga komoditas sayuran ini belum mampu meningkatkan kesejahteraan para petani lokal. Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) yang dikelola Bank Indonesia, harga rata-rata cabai rawit merah di pasar tradisional telah menyentuh Rp63.900 per kilogram. Sementara itu, cabai merah keriting berkisar antara Rp30.000 hingga Rp51.600 per kilogram, cabai merah besar Rp44.000 hingga Rp51.800 per kilogram, dan cabai rawit hijau berkisar antara Rp31.000 hingga Rp50.150 per kilogram.

Ironisnya, kondisi kontras dialami oleh para petani cabai rawit di Desa Blender, Kecamatan Karangwareng, Kabupaten Cirebon. Mereka hanya mampu menjual hasil panennya ke tingkat pengepul seharga Rp17.000 per kilogram. Rendahnya harga beli di tingkat petani ini semakin menyulitkan posisi mereka, lantaran produktivitas tanaman ikut merosot tajam akibat tingginya curah hujan, penurunan kualitas tanah, serta siklus musim tanam yang kurang mendukung.

Baca Juga:KPU Kabupaten Cirebon Tetapkan 1,84 Juta Data Pemilih – VideoBPP Susukan Melakukan Pengendali Hama Pertanian – Video

Meski mengelola sekitar lima hektare lahan cabai rawit, hasil panen yang didapat dinilai jauh dari kata maksimal. Bahkan hingga saat ini, petani baru bisa melakukan dua kali masa pemetikan dengan harga jual yang masih tertahan di angka Rp17.000 per kilogram.

Untuk mendapatkan hasil sekitar dua kuintal cabai saja, petani harus memanen lahan cabai rawit seluas dua hektare. Selain faktor tanaman, keterbatasan tenaga buruh petik di desa setempat membuat target produksi harian sering kali tidak tercapai. Menurut penuturan petani, faktor cuaca buruk dan serangan penyakit tanaman membuat pohon cabai menjadi kurang produktif dan berbuah jarang.

Para petani berharap kondisi cuaca dapat segera membaik agar produktivitas tanaman kembali normal. Mereka juga mendesak pemerintah melalui dinas terkait untuk memberikan pendampingan budidaya, bantuan perbaikan kualitas lahan, serta intervensi dalam menjaga stabilitas harga. Langkah ini dinilai penting agar jurang selisih harga (disparitas) antara tingkat petani dan konsumen tidak terlalu jauh.

0 Komentar