RADARCIREBON.TV – Mobil listrik semakin banyak digunakan masyarakat dan perlahan mengubah cara berkendara sehari-hari. Beralih dari kendaraan berbahan bakar fosil ke electric vehicle (EV) bukan hanya soal mengganti jenis kendaraan, tetapi juga menuntut perubahan kebiasaan dalam mengemudi, merencanakan perjalanan, hingga mengatur pengisian daya.
Praktisi otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Yannes Martinus Pasaribu, menilai transformasi menuju kendaraan listrik perlu terus dipercepat karena memberikan berbagai keuntungan bagi pemiliknya, meski tetap menghadirkan sejumlah tantangan bagi pengguna baru.
Mobil Listrik Mengubah Kebiasaan Berkendara
Menurut Yannes, perpindahan dari mobil bermesin pembakaran internal atau Internal Combustion Engine (ICE) ke kendaraan listrik membawa perubahan mendasar dalam cara masyarakat menggunakan kendaraan.
Baca Juga:Harga BBM Terus Naik, Lebih Untung Beli Mobil Hybrid atau Mobil Listrik?Punya Budget Rp150-200 Jutaan? Ini 4 Mobil Listrik Paling Worth It di Tahun 2026
Pengguna EV dituntut lebih memperhatikan konsumsi energi, merencanakan perjalanan dengan lebih matang, serta membiasakan diri mengisi daya baterai sebagai bagian dari rutinitas sehari-hari.
Ia menyebut perubahan tersebut bukan sekadar penyesuaian teknis, tetapi juga mencerminkan perubahan gaya hidup masyarakat modern yang semakin dekat dengan teknologi dan konsep keberlanjutan.
Berkendara Lebih Efisien dan Terencana
Berbeda dengan kendaraan berbahan bakar minyak, mobil listrik mendorong penggunanya untuk lebih efisien dalam mengelola energi.
Perencanaan perjalanan menjadi lebih penting agar kebutuhan pengisian daya dapat disesuaikan dengan ketersediaan infrastruktur yang ada.
Faktor Generasi Berpengaruh terhadap Adopsi Mobil Listrik
Yannes menjelaskan bahwa setiap kelompok usia memiliki pertimbangan yang berbeda dalam menerima kendaraan listrik.
Gen Z Dinilai Paling Terbuka
Menurutnya, Generasi Z menjadi kelompok yang paling mudah menerima mobil listrik karena memiliki kepedulian terhadap isu perubahan iklim serta terbiasa dengan perkembangan teknologi digital.
Sementara itu, generasi milenial melihat kendaraan listrik sebagai simbol gaya hidup modern sekaligus investasi ekonomi jangka panjang.
Baca Juga:Masih Ragu? Kenali 10 Tanda Pasangan Siap Menjalin Hubungan SeriusMatahari Buatan China Torehkan Rekor Dunia, Langkah Besar Menuju Energi Fusi Masa Depan
Di sisi lain, Generasi X lebih mempertimbangkan keuntungan dari sisi biaya kepemilikan secara keseluruhan sebelum memutuskan beralih ke EV.
Adapun kelompok baby boomers cenderung lebih berhati-hati karena mengutamakan kendaraan yang telah terbukti keandalannya selama bertahun-tahun.
Transisi ke Kendaraan Listrik Masih Menghadapi Tantangan
Meski menawarkan berbagai keunggulan, mobil listrik masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama bagi masyarakat yang baru pertama kali membeli kendaraan.
