Google Tambahkan Fitur Anti-Scammer di Android, Telepon Palsu Langsung Terdeteksi

Google menghadirkan fitur baru pada aplikasi Phone by Google yang mampu mendeteksi panggilan palsu.
src-img : pexels
0 Komentar

RADARCIREBON.TV – Google menghadirkan fitur baru pada aplikasi Phone by Google yang mampu mendeteksi panggilan palsu atau fake call detection. Inovasi ini dirancang untuk membantu melindungi pengguna Android dari maraknya penipuan siber yang memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI), termasuk peniruan suara atau deepfake.

Fitur tersebut diklaim sebagai perlindungan pertama di industri yang dapat mengenali panggilan hasil rekayasa spoofing. Sistem ini bekerja ketika pengguna dan orang yang menelepon sama-sama menggunakan aplikasi Phone by Google.

Google Hadirkan Fitur Deteksi Telepon Palsu di Android

Fitur deteksi panggilan palsu melengkapi perlindungan verified financial calls yang sebelumnya telah diperkenalkan Google. Fitur tersebut berfungsi memberi peringatan apabila ada pihak yang mencoba menyamar sebagai lembaga keuangan.

Baca Juga:Benarkah Anggaran MBG 2027 Jadi Rp174 Triliun? Begini Kata PurbayaGoogle Ubah Sistem Pembayaran Play Store Mulai 30 Juni 2026, Pengembang Dapat Gunakan Metode Pembayaran Ekst

Menurut Google, penipuan berbasis peniruan identitas menjadi ancaman yang terus meningkat di berbagai negara.

Laporan Global Financial Fraud Threat Assessment yang dirilis Interpol pada Maret 2026 menyebut penipuan berbasis impersonasi sebagai salah satu penyebab utama kerugian global yang nilainya mencapai lebih dari US$400 miliar, atau sekitar Rp7.188,8 triliun.

Sementara itu, di Amerika Serikat, Komisi Perdagangan Federal (FTC) mencatat penipuan dengan modus peniruan identitas sebagai salah satu kasus yang paling banyak dilaporkan. Pada 2024, total kerugian akibat modus tersebut mencapai US$2,95 miliar, dan angkanya disebut terus meningkat secara global.

Cara Kerja Fitur Fake Call Detection

Google menjelaskan bahwa pelaku penipuan umumnya menggunakan dua metode utama untuk menjalankan aksinya.

Rekayasa Nomor Telepon atau Spoofing

Modus pertama dilakukan dengan merekayasa nomor telepon menggunakan perangkat lunak berbasis internet. Cara ini membuat panggilan seolah-olah berasal dari nomor milik orang yang dikenal korban.

Akibatnya, korban lebih mudah percaya karena nama atau nomor yang muncul di layar tampak meyakinkan.

Memanfaatkan Deepfake AI

Selain memalsukan nomor telepon, pelaku juga memanfaatkan teknologi deepfake berbasis AI untuk meniru suara seseorang.

Baca Juga:Cara Berkomunikasi dengan Kucing Lewat Bahasa Tubuh, Ini 7 Langkah yang Bisa DicobaMulut Sering Bau? Coba 5 Makanan Alami yang Bantu Menyegarkan Napas

Suara yang ditiru bisa berasal dari anggota keluarga, atasan, maupun figur yang memiliki otoritas sehingga korban terdorong untuk mengikuti instruksi yang diberikan.

Google menyebut kualitas deepfake suara saat ini sudah sangat realistis sehingga banyak orang sulit membedakannya dengan suara asli.

0 Komentar