Prediksi Spanyol Vs Belgia: Tembok Tak Tertembus La Roja Berhadapan dengan Gelombang Serangan Setan Merah

Timnas Spanyol
Timnas Spanyol foto: @sefutbol
0 Komentar

Timnas Spanyol menjadi salah satu tim paling impresif sepanjang Piala Dunia 2026. Setelah sempat terpeleset saat menghadapi Tanjung Verde pada fase grup dengan hasil imbang 0-0, La Roja bangkit dengan meraih empat kemenangan beruntun tanpa sekali pun kebobolan. Mereka sukses mengalahkan Arab Saudi, Uruguay, Austria, dan yang terakhir Portugal pada babak 16 besar lewat gol telat Mikel Merino pada menit 90+1.

Kemenangan itu mengantarkan Spanyol ke perempat final Piala Dunia untuk keenam kalinya dalam sejarah. Mereka sebelumnya pernah lima kali tersingkir di perempat final antara tahun 1934 hingga 2002, dan baru pada 2010 mereka berhasil menembus semifinal sekaligus menjadi juara.

Ketangguhan lini belakang menjadi senjata utama Spanyol. Mereka belum kebobolan dalam lima pertandingan dan telah mencatatkan clean sheet selama 10 jam 9 menit di ajang Piala Dunia. Kiper Unai Simon memperpanjang rekor clean sheet-nya di final Piala Dunia menjadi 609 menit, sebuah rekor yang dimulai sejak fase grup Piala Dunia 2022 di Qatar. La Roja hanya menghadapi expected goals conceded (xGA) sebesar 0,30 per pertandingan, yang berarti mereka hampir pasti tidak akan membiarkan lawan menciptakan peluang mencetak gol.

Baca Juga:Hasil Perempat Final Piala Dunia 2026: Prancis Singkirkan Maroko 2-0, Lolos ke SemifinalDunia Olahraga Sedang Panas: Dari Lapangan Hijau hingga Lapangan Padel

Tak hanya kukuh dalam bertahan, Spanyol juga memiliki lini tengah kelas dunia yang dipimpin Rodri dan Pedri. Di sektor depan, kreativitas Lamine Yamal serta ketajaman Mikel Oyarzabal membuat serangan La Roja tetap berbahaya meski tidak selalu tampil atraktif. Catatan Luis de la Fuente pun sangat mengesankan. Dari 46 pertandingan sebagai pelatih Spanyol, hanya tiga laga yang berakhir dengan kekalahan. Bahkan, La Roja tak pernah kalah dalam waktu normal pada 35 pertandingan terakhir di semua ajang.

Perjalanan Belgia: Drama dan Kebangkitan

Berbeda dengan Spanyol, perjalanan Timnas Belgia menuju delapan besar terbilang cukup dipenuhi drama. Setelah hanya meraih satu kemenangan pada fase grup, Belgia nyaris tersingkir saat menghadapi Senegal di babak 32 besar. Mereka sempat tertinggal dua gol sebelum bangkit dan menang dramatis 3-2 lewat penalti Youri Tielemans pada menit ke-125.

Namun, setelah melewati ujian berat tersebut, Belgia tampil meyakinkan di babak 16 besar dengan menghancurkan tuan rumah Amerika Serikat 4-1. Charles De Ketelaere menjadi bintang kemenangan atas Amerika Serikat lewat dua gol, sementara Hans Vanaken turut menyumbang satu gol dan Romelu Lukaku kembali mencetak gol setelah masuk sebagai pemain pengganti. Kemenangan tersebut memperpanjang catatan tak terkalahkan Belgia menjadi 18 pertandingan di semua kompetisi.

0 Komentar