Meski demikian, Mosseri tetap berpendapat bahwa perkembangan AI pada akhirnya justru akan membuat konten manusia yang orisinal semakin dihargai.
AI Dianggap Mengubah Estetika Konten Instagram
Pandangan Mosseri mengenai AI bukan hal baru. Pada Desember lalu, ia pernah menyampaikan bahwa AI telah “membunuh” estetika citra di Instagram.
Menurutnya, gambar yang terlihat terlalu sempurna kini menjadi jauh lebih mudah diproduksi dengan bantuan AI. Akibatnya, visual yang sebelumnya dianggap menarik justru bisa terasa biasa dan kurang memikat karena semakin banyak beredar.
Baca Juga:Marc Marquez Juara MotoGP Jerman 2026 Usai Memimpin Balapan dari AwalBahaya! Akun Instagram Bisa Dibajak Lewat AI Meta, Pakar Siber Bongkar Modus Baru Peretas
Hal tersebut menjadi salah satu alasan mengapa nilai kreativitas manusia diperkirakan akan semakin menonjol di tengah banjir konten digital.
Instagram Pilih Transparansi daripada Membatasi Konten AI
Meski mengakui AI membawa tantangan baru, Mosseri menegaskan bahwa teknologi tersebut juga dapat memberikan manfaat bagi perkembangan Instagram.
Konten AI Tidak Perlu Disaring, tetapi Perlu Diberi Label
Alih-alih membatasi atau menyaring unggahan hasil AI, Mosseri menilai langkah yang lebih tepat adalah membantu pengguna memahami jenis konten yang sedang mereka lihat.
Ia berpendapat bahwa platform sebaiknya memberikan informasi apakah suatu konten dibuat menggunakan AI atau tidak. Dengan begitu, pengguna dapat mengetahui asal-usul sebuah konten tanpa harus mengurangi ruang bagi inovasi teknologi.
Kualitas Konten Tetap Menjadi Prioritas
Mosseri juga menegaskan bahwa kualitas sebuah konten seharusnya dinilai dari isi dan sosok di balik pembuatannya, bukan semata-mata dari alat yang digunakan.
Menurutnya, tantangan ke depan bagi Instagram adalah meningkatkan kemampuan dalam membedakan konten AI yang berkualitas tinggi dengan yang berkualitas rendah. Namun, ia meyakini kekuatan utama Instagram tetap berada pada kemampuannya menghubungkan orang dengan orang lain.
