Tragedi kecelakaan pada Senin kemarin, yang menimpa satu keluarga menyisakan duka mendalam. Dari empat korban yang dilarikan ke RSD Gunung Jati Kota Cirebon, tiga orang meninggal dunia, yakni ibu, bayi, dan ayah. Sementara seorang anak perempuan berusia L berusia 10 tahun 11 bulan berhasil selamat dan telah menjalani operasi amputasi kaki kanan akibat cedera berat yang dialaminya.
Kecelakaan tragis yang terjadi pada Senin kemarin di Desa Ciperna Kecamatan Talun Kabupaten Cirebon, yang menimpa satu keluarga berujung pada meninggalnya tiga korban. Ibu dan bayi dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian dan langsung dibawa ke ruang jenazah RSD Gunung Jati Kota Cirebon.
Sementara itu, sang ayah dan anak sulung sempat mendapatkan penanganan medis di Instalasi Gawat Darurat. Namun kondisi ayah yang datang dalam keadaan tidak sadar tidak dapat diselamatkan meski telah menjalani perawatan sekitar satu jam dan korban akhirnya meninggal dunia di ruang gawat darurat.
Baca Juga:Warga Keluhkan Kerusakan Jalan Adidharma Jadimulia – VideoSetelah Tertunda 15 Tahun RTRW Kuningan Akan Disahkan – Video
Berbeda dengan sang ayah, anak perempuan berinisial L berusia 10 tahun 11 bulan yang man sih duduk di bangku kelas enam SD tersebut berhasil bertahan. Saat tiba di rumah sakit, korban dalam kondisi cedera sangat berat pada kaki kanan dan tidak memungkinkan untuk diselamatkan.
Setelah melakukan penanganan awal dan dapat persetujuan dari pihak keluarga, tim medis akhirnya memutuskan melakukan tindakan amputasi pada kaki kanan korban guna mencegah risiko infeksi dan komplikasi yang lebih serius. Operasi berlangsung selama beberapa jam dan telah selesai dilaksanakan pada Selasa siang.
Usai operasi, korban kembali menjalani perawatan intensif di ruang Pediatric Intensive Care Unit atau PICU. Selain luka berat pada kaki, tim medis hanya menemukan luka lecet ringan di bagian wajah. Hingga saat ini tidak ditemukan adanya trauma berat lain pada organ tubuh korban.
Selain nantinya dilakukan pemulihan fisik, rumah sakit juga berencana melakukan asesmen psikologis terhadap korban. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kondisi mental dan kejiwaan anak tetap terjaga setelah kehilangan kedua orang tua dan adiknya dalam kecelakaan tersebut.