Kecelakaan truk yang terjadi di Jalan Pantura Cirebon, dekat simpang Jalan Bypass Kedawung atau depan simpang tiga menuju Pilang, kembali memunculkan kekhawatiran warga. Mereka menilai ruas jalan tersebut merupakan titik rawan kecelakaan karena terjadi perubahan lebar jalan yang cukup drastis.
Kecelakaan truk yang terjadi di Jalan Pantura Cirebon, dekat simpang Jalan Bypass Kedawung atau depan simpang tiga menuju Pilang, kembali memunculkan kekhawatiran warga.
Menurut warga, pengendara dari arah timur menuju barat sering terkecoh karena kondisi jalan yang terlihat lebar dan lurus. Namun saat memasuki tikungan di depan Kantor Imigrasi, ruas jalan mendadak menyempit akibat adanya trotoar dan median jalan.
Baca Juga:Budidaya Lele Kelompok Perikanan Akar Bahar – VideoAtasi Banjir Langganan Di Blok Kroya Gebang Ilir – Video
Kondisi ini dinilai meningkatkan risiko kecelakaan, terutama bagi kendaraan bertonase besar.
Dalam beberapa waktu terakhir, lokasi ini tercatat telah menjadi titik terjadinya sedikitnya dua kecelakaan besar, yaitu kecelakaan beruntun dan kecelakaan truk pengangkut batubara. Insiden truk terguling yang terjadi kembali memperkuat penilaian warga bahwa ruas jalan tersebut memerlukan perhatian serius.
Warga berharap pemerintah dan instansi berwenang dapat melakukan evaluasi terhadap desain ruas jalan, khususnya pada bagian trotoar dan median yang menyebabkan penyempitan jalan secara tiba-tiba. Penataan ulang dinilai penting agar pengendara memiliki ruang manuver yang lebih aman dan risiko kecelakaan dapat diminimalisasi.
Sebelumnya, proses evakuasi truk terguling di lokasi ini berlangsung hingga sekitar dua belas jam dan sempat menimbulkan kemacetan panjang. Beruntung tidak ada korban luka maupun korban jiwa dalam peristiwa tersebut.