RADARCIREBON.TV – Saat berbincang dengan seseorang, perhatian kita umumnya tertuju pada kata-kata yang diucapkan. Padahal, bahasa tubuh juga dapat memberikan petunjuk mengenai perasaan atau kondisi yang sedang dialami seseorang. Meski begitu, para ahli mengingatkan bahwa tidak ada satu pun gerakan tubuh yang bisa dijadikan bukti mutlak bahwa seseorang sedang berbohong.
Dalam dunia psikologi, bahasa tubuh lebih tepat dipahami sebagai sinyal atau petunjuk yang harus dilihat bersama konteks, situasi, serta pola perilaku seseorang secara keseluruhan. Karena itu, satu gerakan saja tidak cukup untuk menyimpulkan bahwa seseorang tidak berkata jujur.
Lalu, bahasa tubuh apa saja yang sering dikaitkan dengan kebohongan? Berikut penjelasannya.
Baca Juga:Cara Berkomunikasi dengan Kucing Lewat Bahasa Tubuh, Ini 7 Langkah yang Bisa DicobaTukang Bohong Pertanda Manipulatif atau Gaslighting- Apa Itu Gaslighting? Kenali 9 Ciri-Cirinya
Perubahan Pola Bicara Bisa Menjadi Salah Satu Petunjuk
Salah satu hal yang sering diamati adalah perubahan cara seseorang berbicara. Nada suara bisa terdengar berbeda, ritme bicara melambat atau justru lebih cepat, serta jeda saat berbicara menjadi lebih panjang dari biasanya.
Pola Komunikasi yang Berubah
Mantan profiler kriminal FBI, Gregg McCrary, yang dikutip Forensics Colleges, menjelaskan bahwa suara maupun gerak-gerik seseorang dapat berubah ketika mereka tidak mengatakan hal yang sebenarnya.
Karena itu, dalam proses wawancara atau investigasi, penyelidik biasanya terlebih dahulu mengajukan pertanyaan sederhana, seperti nama atau alamat. Tujuannya adalah mengetahui pola komunikasi normal seseorang sehingga perubahan yang muncul pada pertanyaan tertentu dapat menjadi salah satu petunjuk untuk diamati lebih lanjut.
Ucapan dan Gerakan Tubuh Tidak Selaras
Bahasa tubuh yang tidak sesuai dengan ucapan juga sering menjadi perhatian para psikolog.
Misalnya, seseorang mengatakan “iya”, tetapi pada saat yang sama justru menggelengkan kepala. Ketidaksesuaian seperti ini dapat menunjukkan adanya konflik antara apa yang diucapkan dan apa yang sebenarnya dirasakan.
Perlu Dilihat Bersama Tanda Lain
Psikolog klinis dari Center for Anxiety and Related Disorders, Boston University, menyebut bahwa ketidakselarasan antara ucapan dan gerakan tubuh memang dapat menjadi indikasi seseorang sedang menyembunyikan sesuatu.
Namun, kondisi tersebut tidak bisa langsung dijadikan dasar untuk menilai seseorang berbohong. Pengamatan tetap harus mempertimbangkan situasi serta perilaku lainnya.
