RADARCIREBON.TV – Kenaikan harga BBM nonsubsidi pada April lalu mulai menunjukkan dampak nyata terhadap perilaku konsumen. PT Pertamina Patra Niaga mencatat lonjakan penggunaan Pertalite hingga 9,4% pada Juli 2026.
Direktur Pemasaran Ritel Pertamina Patra Niaga, Eko Ricky Susanto, mengungkapkan perubahan signifikan terjadi setelah penyesuaian harga BBM nonsubsidi per 18 April 2026. Konsumsi Pertalite naik dari 75% menjadi 80% dari total konsumsi BBM. Sementara itu, penjualan Pertamax series turun hampir 18%.
Kenaikan Pertamax dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter membuat selisih dengan Pertalite yang tetap Rp10.000 semakin lebar. Akibatnya, konsumen berbondong-bondong beralih ke BBM subsidi.
Baca Juga:BBM Pertalite Langka di Medan, Antrean Kendaraan Mengular di Sejumlah SPBUUpdate Harga BBM Hari Ini 8 Juli 2026: Mayoritas Turun, Harga Pertalite Tetap
Dampak Kenaikan Harga Pertamax Cs
Berikut rincian harga BBM Pertamina terbaru per Juli 2026:
– Pertalite: Rp10.000 per liter (tetap)
– Pertamax: Rp16.250 per liter (naik)
– Pertamax Turbo: Rp19.900 per liter (tetap)
– Pertamina Dex: Rp27.900 per liter (tetap)
– Dexlite: Rp26.000 per liter (tetap)
Pakar Energi Unpad, Yayan Satyakti, memetakan dampak kenaikan ini terhadap berbagai lapisan masyarakat. Kelompok terkaya (Desil 10) paling terdampak karena armada perusahaan dilarang menggunakan BBM subsidi. Kelas menengah ke atas (Desil 8-9) yang biasa mengisi 100 liter Pertamax per bulan harus menambah biaya sekitar Rp395 ribu per bulan.
Sementara itu, pengguna Pertalite yang sebagian besar adalah masyarakat kelas menengah bawah semakin terbebani dengan antrean panjang di SPBU akibat lonjakan permintaan.
Stok Pertalite Aman
Meski terjadi lonjakan permintaan, Pertamina memastikan stok Pertalite tetap aman. Eko Ricky Susanto menegaskan perusahaan telah menyiapkan langkah antisipasi dengan menambah pasokan di daerah-daerah yang mengalami peningkatan konsumsi signifikan.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia juga menegaskan harga Pertalite tidak akan naik hingga akhir tahun. Pemerintah berkomitmen menjaga daya beli masyarakat di tengah tekanan ekonomi global.
Dampak Terhadap Inflasi
Kenaikan harga BBM nonsubsidi diperkirakan akan memberikan tekanan pada inflasi, terutama pada komponen transportasi dan logistik. Namun, pemerintah meyakini dampaknya masih terkendali karena BBM subsidi seperti Pertalite dan Solar tetap dipertahankan harganya.
Pengamat ekonomi menilai peralihan konsumen ke Pertalite menunjukkan sensitivitas harga yang tinggi di kalangan masyarakat. Hal ini menjadi sinyal bagi pemerintah untuk terus memantau perkembangan harga minyak dunia dan dampaknya terhadap daya beli masyarakat.
