Tahap Verifikasi
Pada tahap awal, proyek ini dirancang melibatkan:
- 2 satelit komputasi
- 12 satelit edge computing atau komputasi tepi
Tahap ini difokuskan untuk menguji kemampuan sistem sebelum memasuki skala yang lebih besar.
Tahap Komersial
Setelah proses verifikasi selesai, proyek akan diperluas menjadi:
- 50 satelit komputasi
- 100 satelit komputasi tepi
Perluasan ini menjadi bagian dari upaya menuju layanan komputasi antariksa yang dapat dimanfaatkan secara komersial.
Target Operasional Penuh
Dalam tahap akhir, jaringan komputasi AI tersebut ditargetkan berkembang hingga sekitar 1.000 satelit yang saling terhubung di orbit Bumi.
Baca Juga:Indonesia dan China Bikin Poros AI Baru, Selatan Global Kini Punya Suara!Matahari Buatan China Torehkan Rekor Dunia, Langkah Besar Menuju Energi Fusi Masa Depan
Diumumkan pada Konferensi AI Internasional
Pengembangan proyek Xingshu Plan diumumkan dalam forum komputasi masa depan yang menjadi bagian dari World AI Conference (WAIC) dan High-level Meeting on Global AI Governance 2026 di Shanghai pada Sabtu (18/7).
Reuters melaporkan pengumuman itu berlangsung bersamaan dengan kehadiran Presiden China Xi Jinping dalam konferensi tersebut. Xi disebut menempatkan Beijing sebagai salah satu pihak yang ingin memimpin pembentukan tatanan global baru dalam pengembangan teknologi AI.
Persaingan Teknologi Komputasi Antariksa Semakin Ketat
Pengembangan komputasi AI di orbit tidak hanya menjadi fokus China. Reuters juga melaporkan bahwa SpaceX milik Elon Musk turut mengembangkan inisiatif serupa.
Setelah bergabung dengan xAI pada Februari, SpaceX disebut ikut mendorong pengembangan komputasi berbasis antariksa sebagai salah satu upaya mempercepat perkembangan teknologi kecerdasan buatan.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa komputasi di luar angkasa mulai menjadi salah satu arah baru dalam pengembangan infrastruktur AI global.
