RADARCIREBON.TV – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi puncak musim kemarau 2026 akan terjadi pada Agustus hingga September . Sebagian besar wilayah Indonesia diperkirakan mengalami musim kemarau yang lebih kering dari kondisi normal dengan durasi yang lebih panjang . Kabar baiknya, musim hujan diprediksi mulai memasuki Indonesia pada pertengahan Oktober hingga November 2026 .
509 Zona Musim Sudah Masuk Kemarau
Hingga pertengahan Juli 2026, BMKG mencatat sebanyak 509 Zona Musim (ZOM) atau sekitar 54,5 persen wilayah Indonesia telah memasuki musim kemarau . Sebagian besar wilayah yang terdampak berada di selatan garis khatulistiwa, meliputi Jawa, Bali, Nusa Tenggara, sebagian Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, hingga Papua .
Puncak musim kemarau 2026 diprakirakan dominan terjadi pada Agustus dan September. Sekitar 48,84 persen zona musim diperkirakan mencapai puncak pada Agustus, sementara 25,41 persen lainnya pada September .
Baca Juga:Musim Kemarau di Cirebon, Ini Tips Menjaga Kesehatan Sekaligus Menghemat Penggunaan AirAngin Kencang di Pulau Jawa Diprediksi Berlangsung hingga Akhir Musim Kemarau 2026
El Nino Kuat hingga Awal 2027
Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menyampaikan bahwa fenomena El Nino diproyeksikan bertahan setidaknya hingga awal kuartal pertama tahun 2027 dengan puncak intensitas mencapai kategori kuat . Kondisi ini sejalan dengan prediksi BMKG bahwa musim kemarau 2026 akan lebih kering dari normal .
Musim Hujan Mulai Oktober
Meskipun kemarau diprediksi berlangsung cukup panjang, BMKG memperkirakan musim hujan mulai memasuki sebagian wilayah Indonesia pada pertengahan Oktober hingga November 2026 . Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, menjelaskan tanda awal musim hujan mulai terlihat dari perubahan pola curah hujan di wilayah bagian barat Indonesia .
“Untuk bulan Oktober kita bisa melihat warna kekuningan mulai muncul lebih banyak dibandingkan bulan September. Ini menandakan awal mulai musim hujan datang dari barat wilayah Indonesia,” ucapnya .
437 Zona Musim Alami Kemarau Lebih Panjang
Sebanyak 437 Zona Musim atau sekitar 48,77 persen luas daratan diperkirakan mengalami durasi kemarau yang lebih panjang dari kondisi biasanya . Sementara itu, curah hujan kategori tinggi diprediksi baru mulai muncul secara bertahap pada Oktober hingga November 2026 .
Imbauan BMKG
BMKG mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kekeringan yang berdampak pada ketersediaan air bersih, sektor pertanian, dan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) . Informasi prakiraan iklim dari BMKG dapat dimanfaatkan untuk menyusun langkah antisipasi di masing-masing wilayah .
