Dari Trump hingga Investigasi Final: FIFA di Pusaran Kontroversi Pasca Piala Dunia 2026

Donald Trump
Donald Trump foto: @realdonaldtrump
0 Komentar

Meskipun Argentina akhirnya kalah 0-1 di final, tuduhan konspirasi ini semakin memperkeruh suasana dan menambah daftar panjang kontroversi yang membayangi turnamen.

Investigasi Final: Argentina Terancam Sanksi Berat

Kontroversi terbesar terjadi setelah peluit panjang final dibunyikan. Kericuhan besar pecah di lapangan MetLife Stadium, New Jersey, setelah Spanyol mengalahkan Argentina 1-0 melalui gol Ferran Torres di babak perpanjangan waktu. Insiden ini memicu investigasi resmi dari FIFA.

Wasit Slavko Vincic melaporkan bahwa bek Argentina Nahuel Molina meninju perut gelandang Spanyol Rodri saat para pemain Spanyol merayakan kemenangan. Hal ini memicu reaksi berantai, di mana gelandang Argentina Leandro Paredes mencekik leher Eric Garcia dan membanting Gavi ke tanah. Pelatih Argentina, Roberto Ayala, juga dilaporkan terlibat dalam kericuhan dengan Dani Olmo.

Baca Juga:Dari Final Berdarah hingga Rekor Rp 233 Triliun: FIFA di Tengah Sorotan Usai Piala Dunia 2026Final dengan Pertunjukan Pertama: Kontroversi Jeda 27 Menit di Piala Dunia 2026

FIFA kemudian mengonfirmasi bahwa mereka telah menunjuk Jaksa Disiplin dan Etika untuk menyelidiki potensi pelanggaran Kode Disiplin FIFA. Hasil investigasi diperkirakan akan diumumkan dalam 15 hingga 20 hari. Berdasarkan Kode Disiplin FIFA, Paredes dapat menghadapi setidaknya tiga pertandingan skorsing karena tindakan kekerasannya. Molina dan Ayala juga dapat menerima sanksi serupa.

Selain itu, Federasi Sepak Bola Argentina (AFA) juga dapat menghadapi sanksi finansial karena tindakan para pemain dan staf pelatihnya. Argentina juga tercatat melakukan 25 pelanggaran dalam pertandingan final, rekor tertinggi di Piala Dunia 2026.

Kontroversi Lainnya: “Water Break” dan “VARgentina”

Selain kontroversi besar di atas, beberapa isu lain juga menyorot FIFA selama turnamen berlangsung:

Aturan “Water Break” Wajib. FIFA menerapkan aturan “water break” atau jeda minum selama tiga menit di setiap babak, tanpa memandang kondisi cuaca. Langkah ini dikritik sebagai upaya komersialisasi untuk menambah slot iklan televisi. Direktur Pengembangan Sepak Bola Global FIFA, Arsène Wenger, mengakui banyak penonton tidak puas dengan kebijakan ini dan berjanji akan mengevaluasinya pasca-turnamen.

Tuduhan “VARgentina”. Banyak pihak menuduh Argentina mendapatkan keuntungan berlebihan dari keputusan wasit dan VAR, menciptakan istilah “VARgentina” yang viral di media sosial. Tuduhan ini semakin memperkuat narasi bahwa FIFA “mengatur” turnamen untuk Argentina.

0 Komentar