Jelang Puncak Kemarau 2026, BMKG: 6 Wilayah Ini 2 Bulan Tak Diguyur Hujan, Waspada!

ilustrasi kemarau
BMKG peringatkan 6 wilayah alami hari tanpa hujan lebih dari 60 hari jelang puncak musim kemarau 2026.
0 Komentar

RADARCIREBON.TV – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan serius jelang puncak musim kemarau 2026. Sejumlah wilayah di Indonesia diprediksi tidak akan diguyur hujan lebih dari 60 hari atau dua bulan berturut-turut. Kondisi ini berpotensi memicu kekeringan parah di berbagai daerah .

Berdasarkan analisis iklim terbaru BMKG, musim kemarau tahun ini diprediksi lebih kering dibanding tahun sebelumnya. Penguatan fenomena El Nino menjadi salah satu pemicu utama yang memperpanjang durasi kemarau dan memperparah kondisi kekeringan di sebagian besar wilayah Indonesia .

6 Wilayah dengan Hari Tanpa Hujan Ekstrem

BMKG mencatat ada 6 titik pengamatan yang masuk dalam kategori Hari Tanpa Hujan (HTH) ekstrem panjang atau lebih dari 60 hari. Rinciannya: 1 titik di Jawa Tengah, 2 titik di Daerah Istimewa Yogyakarta, dan 3 titik di Jawa Timur .

Baca Juga:Banjir Bandang Terjang Afghanistan, 20 Tewas dan 100 Lebih Masih Hilang2 Juta Orang Turun ke Jalan, Madrid Mewah Jadi Lautan Manusia Rayakan Spanyol Juara Dunia

Selain itu, HTH dengan kategori sangat panjang (31-60 hari) terjadi di 331 titik pengamatan yang didominasi di sebagian besar wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara. Sebagian kecil wilayah Kepulauan Bangka Belitung, Sulawesi Selatan, Gorontalo, dan Sulawesi Utara juga masuk dalam kategori ini .

Puncak Kemarau dan Dampak El Nino

BMKG memprediksi puncak musim kemarau 2026 terjadi pada Juli-Agustus. Sebanyak 83 Zona Musim (ZOM) atau 12,26 persen wilayah Indonesia akan mengalami puncak kemarau pada Juli, dan 369 ZOM atau 48,84 persen pada Agustus. Sisanya, 169 ZOM atau 25,41 persen, akan mencapai puncak kemarau pada September 2026 .

El Nino yang masih aktif dengan nilai anomali suhu muka laut +1,47 di wilayah Nino 3.4 semakin memperkuat dampak atmosfer kering. Akibatnya, lebih dari 80 persen wilayah Indonesia diprediksi mengalami curah hujan di bawah normal pada periode Juli hingga Oktober 2026 .

Wilayah Siaga dan Waspada Kekeringan

BMKG menetapkan sejumlah wilayah dalam status Siaga kekeringan meteorologis, meliputi Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur . Wilayah-wilayah ini diperkirakan mengalami curah hujan yang sangat rendah dan perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kekeringan.

Sementara itu, status Waspada berlaku di sejumlah kabupaten/kota di Bangka Belitung, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Gorontalo, Maluku, dan Papua Selatan . Masyarakat di daerah-daerah tersebut diminta mulai menghemat air dan mempersiapkan langkah antisipasi.

0 Komentar