Pemerintah Kabupaten Indramayu terus mendorong percepatan penanaman padi, meski di tengah kondisi cuaca yang masih kering. Hingga minggu pertama Agustus, sekitar 113 ribu hektare lahan sawah telah ditanami.
Pemerintah Kabupaten Indramayu terus melakukan berbagai upaya untuk menjaga produktivitas sektor pertanian, di tengah dampak perubahan iklim dan musim kering.
Hingga minggu pertama Agustus, dari total 124.500 hektare lahan sawah di Kabupaten Indramayu, sekitar 113 ribu hektare atau 90 persen telah ditanami.
Baca Juga:Puluhan Peserta Ikuti Lomba Gerak Jalan Indah Pemerintah Kecamatan Kesambi – VideoProf. Rokhmin Dahuri Serahkan 5 Mesin Perahu Untuk Nelayan Ambulu – Video
Pemerintah daerah menargetkan luas tanam mencapai 119 ribu hektare. Namun, sejumlah lahan masih menghadapi kendala ketersediaan air.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Indramayu, Sugeng Heriyanto, menjelaskan, dari luas lahan yang sudah ditanami, sebagian terdampak kekeringan.
Secara keseluruhan, sekitar 12.190 hektare lahan pertanian di Indramayu terdampak kekeringan. Sekitar 8.264 hektare masih dalam kondisi waspada. Sedangkan 1.849 hektare mengalami kekeringan ringan, 1.739 hektare kekeringan sedang, dan sekitar 338 hektare dilaporkan mengalami kerusakan atau tanaman mati.
Untuk menyelamatkan tanaman petani, pemerintah daerah melakukan berbagai langkah antisipasi. Di antaranya dengan menyiapkan pompa air dan menyalurkan bantuan ke wilayah yang terdampak kekeringan.
Pemerintah Kabupaten Indramayu berharap, berbagai langkah ini mampu mempertahankan produktivitas padi, sekaligus menjaga peran Indramayu sebagai salah satu lumbung padi nasional.