RADARCIREBON.TV – Piala Dunia 2026 yang baru saja usai ternyata meninggalkan banyak kontroversi. Berbagai kekacauan selama turnamen berlangsung membuat Presiden FIFA Gianni Infantino didesak mundur dari jabatannya. Sorotan utama datang dari Presiden LaLiga Javier Tebas yang menilai Infantino telah menghancurkan industri sepak bola demi kepentingan pribadi .
“Menurut pendapat saya, ya, saya pikir waktunya [Infantino] sudah habis. Saya pikir [Infantino] selayaknya mundur sejak lama,” ujar Tebas kepada La Gazzetta dello Sport . Tebas juga menyoroti dukungan yang masih diterima Infantino dari federasi-federasi anggotanya. “Ia mendapat dukungan dari sistem, dari federasi, jadi tidak banyak lagi yang perlu ditambahkan. Tidak ada kandidat oposisi, tidak ada yang mau maju hanya untuk kalah. Inilah sistemnya, dan sistem ini busuk di intinya,” tegasnya .
Deretan Kontroversi Piala Dunia 2026
Sejumlah kekacauan mewarnai gelaran Piala Dunia 2026. Yang paling menyita perhatian adalah kasus pencabutan hukuman kartu merah penyerang Amerika Serikat, Folarin Balogun. Balogun seharusnya mendapat larangan bermain setelah kartu merah di laga melawan Bosnia dan Herzegovina, namun sanksi tersebut ditangguhkan sehingga ia bisa tampil di babak 16 besar melawan Belgia .
Baca Juga:Profil Gianni Infantino Presiden FIFA, Apa Hubungan Spesial dengan Timnas Argentina?Prabowo Temui Presiden FIFA dan Zinedine Zidane di Acara World Economic Forum 2026, Bahas Apa?
Keputusan ini menjadi sorotan karena Presiden AS Donald Trump mengaku menelepon Infantino untuk meminta peninjauan ulang hukuman tersebut . Tebas menilai kasus ini sangat serius. “Penangguhan hukuman pemain Amerika itu adalah sesuatu yang sangat fatal. Mereka beruntung karena Belgia menyingkirkan AS (di babak 16 besar). Jika tidak, sebuah kasus besar bisa tercipta dan itu bisa membuat Infantino kehilangan pekerjaannya,” ujarnya .
Kontroversi lain meliputi penolakan wasit asal Somalia, Omar Artan, untuk masuk ke Amerika Serikat, perbedaan perlakuan terhadap timnas Iran, serta pengenalan jeda hidrasi yang dinilai sebagai cara FIFA menambah slot iklan . Tebas membongkar fakta di balik aturan hydration break tersebut. “Jeda minum itu bohong. Kami menerapkannya di LaLiga, tetapi hanya saat cuaca benar-benar panas. Di sana, stadion di Dallas, Los Angeles, dan Atlanta menggunakan AC—saya bahkan harus memakai sweter di tribune. Itu semua bohong, itu hanya jeda untuk iklan,” tegasnya .
