Selain itu, pengendalian diri juga penting agar orang tua tidak langsung membagikan foto maupun video yang berkaitan dengan identitas, kondisi emosional, atau kehidupan pribadi anak.
Menghargai Privasi Anak Sejak Dini
Orang tua juga perlu menyadari bahwa anak memiliki hak atas privasi, perasaan, dan batasannya sendiri. Pemahaman ini dapat dibangun melalui komunikasi yang hangat mengenai informasi apa yang aman dibagikan dan apa saja risiko dari jejak digital.
Arnold mengingatkan bahwa kesehatan digital anak sangat dipengaruhi oleh kebiasaan digital orang tua. Sulit mengajarkan anak menggunakan media sosial secara bijak apabila orang tua sendiri masih terlalu bergantung pada validasi di dunia maya.
Baca Juga:Usai Uji Coba Kontra Bali United, John Herdman Fokus Tingkatkan Kualitas Timnas IndonesiaOrang Tua Wajib Tahu, Ini 15 Kalimat Afirmasi Positif untuk Anak
Edukasi Keamanan Digital Bisa Dimulai Sejak Anak Masih Bayi
Pembelajaran mengenai keamanan digital tidak harus menunggu anak memiliki telepon pintar. Menurut Arnold, langkah preventif justru dapat dimulai sejak anak masih sangat kecil.
Bijak Membagikan Foto dan Video Anak
Sebelum mengunggah foto atau video, orang tua sebaiknya memeriksa kembali apakah unggahan tersebut memperlihatkan informasi pribadi seperti:
- Lokasi rumah.
- Nama sekolah.
- Wajah anak secara jelas.
- Informasi kesehatan.
- Data pribadi lainnya.
Membatasi informasi yang dipublikasikan dapat membantu melindungi privasi anak di masa depan.
Mengenalkan Konsep Persetujuan Secara Bertahap
Seiring bertambahnya usia, anak dapat mulai dikenalkan pada konsep keamanan digital menggunakan bahasa sederhana.
Misalnya, anak diajarkan bahwa tubuh mereka adalah miliknya sendiri, tidak semua foto harus dibagikan, dan mereka berhak mengatakan tidak ketika tidak ingin difoto. Orang tua juga dianjurkan membiasakan meminta izin sebelum mengambil atau membagikan foto anak.
Kebiasaan sederhana tersebut membantu anak memahami konsep consent, batasan pribadi, dan penghargaan terhadap dirinya sendiri.
Saat memasuki usia taman kanak-kanak hingga sekolah dasar, anak juga mulai dapat dikenalkan pada informasi pribadi yang tidak sebaiknya dibagikan, seperti nama lengkap, alamat rumah, nama sekolah, lokasi secara langsung, maupun informasi kesehatan.
Baca Juga:AI Tak Bisa Gantikan Semuanya, Ini 4 Skill yang Masih Jadi Andalan ManusiaKomdigi Tetapkan Pemenang Lelang Frekuensi, Perluasan Jaringan 4G dan 5G Jadi Fokus
Pentingnya Digital Consent dalam Pengasuhan
Di tengah maraknya kebiasaan membagikan kehidupan anak di media sosial, Arnold menekankan pentingnya memahami konsep digital consent, yaitu hak anak untuk menentukan apakah identitas, foto, maupun cerita tentang dirinya boleh dipublikasikan di internet.
