Harga Buyback Emas Antam Naik Rp98.000
Tak hanya harga jual, harga beli kembali (buyback) emas Antam juga mengalami kenaikan yang signifikan. Pada Jumat (24/7/2026), harga buyback emas Antam berada di level Rp2.438.000 per gram. Angka ini naik Rp98.000 jika dibandingkan dengan harga buyback pada Rabu (22/7/2026) yang berada di Rp2.340.000 per gram.
Dengan demikian, selisih atau spread antara harga jual dan harga buyback emas Antam saat ini adalah Rp308.000 per gram. Spread yang melebar ini merupakan biaya yang harus diperhitungkan oleh para investor, karena emas hanya cocok untuk investasi dalam jangka panjang di mana kenaikan harga mampu menutup selisih tersebut sekaligus memberikan laba. Kenaikan harga buyback yang cukup besar ini menjadi sinyal positif bagi para pemilik emas Antam yang berencana menjual kembali logam mulia mereka.
Perbandingan dengan Merek Emas Lain
Meskipun data untuk merek emas lain pada hari yang sama belum tersedia, berdasarkan pergerakan pekan lalu, emas Antam memiliki harga jual yang lebih tinggi dibandingkan Galeri 24 dan UBS, namun harga buybacknya juga cenderung lebih kompetitif. Pada Rabu (22/7/2026), Galeri 24 dijual di Rp2.585.000 per gram dengan buyback Rp2.426.000 per gram, sementara UBS dijual di Rp2.599.000 per gram dengan buyback Rp2.287.000 per gram. Kenaikan harga yang signifikan pada Antam hari ini kemungkinan akan diikuti oleh merek emas lainnya dalam waktu dekat.
Baca Juga:Harga Emas Hari Ini 23 Juli 2026 Kompak Menguat, Antam Tembus Rp2,64 JutaHarga Emas Galeri 24 22 Juli 2026: Turun Rp2.000 Jadi Rp2,585 Juta per Gram, Buyback Masih Rp2.426 Juta
Apa yang Mendorong Lonjakan Harga Emas?
Lonjakan harga emas Antam hari ini tidak lepas dari dinamika pasar global yang kembali memanas. Harga emas dunia pada Jumat (24/7/2026) pagi bergerak di atas US$4.000 per troy ons, didorong oleh meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang memicu permintaan terhadap aset safe haven. Konflik antara Amerika Serikat dan Iran yang terus memanas, serta serangan terhadap kapal tanker di Laut Merah, telah mendorong investor untuk berlindung di emas.
Faktor lain yang turut mempengaruhi adalah pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Rupiah pada Kamis (23/7/2026) ditutup melemah 19 poin ke level Rp17.936 per dolar AS, yang membuat harga emas yang dipatok dalam dolar AS menjadi lebih mahal ketika dikonversi ke rupiah. Pelemahan rupiah ini terjadi di tengah memanasnya kembali konflik Timur Tengah yang mendorong kenaikan harga minyak dan meningkatkan permintaan terhadap dolar AS sebagai aset safe haven.
