Kasus ini berawal dari tuduhan kekerasan yang dilakukan Shin Tae-yong saat melatih Ulsan HD pada periode Agustus hingga Oktober 2025. Ia dilaporkan melakukan tindakan tidak pantas terhadap pemain, yang memicu konflik internal di dalam tim . Akibatnya, ia dipecat oleh Ulsan HD setelah hanya menjabat selama 65 hari .
Targetkan Prestasi di Piala Presiden
Di tengah sorotan sanksi dari KFA, Shin Tae-yong memilih fokus penuh pada persiapan Persija Jakarta. Laga perdana Macan Kemayoran di Grup B Piala Presiden 2026 melawan Persebaya Surabaya di Stadion Gelora Bung Tomo pada Minggu (26/7/2026) menjadi perhatian utamanya .
Meski waktu persiapan yang dimiliki terbilang singkat, Shin Tae-yong tetap memasang target tinggi bagi timnya. “Kami harus tetap meraih prestasi terbaik, walau persiapan kurang, kami harus tetap membawa prestasi,” tegasnya .
Baca Juga:Shin Tae-yong Dihukum KFA 10 Tahun, Dilarang Melatih di Korea Selatan!Shin Tae-yong Resmi Dihukum KFA, Dilarang Melatih 10 Tahun di Korea Selatan, Begini Nasibnya di Persija
Dengan sikap tenang dan fokus yang ia tunjukkan, Shin Tae-yong membuktikan bahwa sanksi dari negaranya tidak akan menggoyahkan langkahnya untuk terus berkarya di Indonesia. Pernyataan tegasnya untuk bertahan selama 10 tahun menjadi bukti komitmennya terhadap Persija Jakarta dan sepak bola Indonesia .
