Di masa injury time, Persija sempat mencetak gol melalui sundulan Denis Kolinger pada menit ke-90+5, namun wasit Thoriq Al Katiri asal Bandung menganulirnya karena Kolinger lebih dulu berada dalam posisi offside.
Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 1-0 tetap bertahan untuk kemenangan Persebaya. Berkat kemenangan tersebut, Persebaya menempati posisi kedua klasemen sementara Grup B Piala Presiden 2026 dengan tiga poin, berada di bawah Port FC yang unggul selisih gol. Sementara itu, Persija berada di peringkat ketiga tanpa poin.
Pelatih Persebaya Bernardo Tavares mengaku terkesan dengan intensitas pertandingan yang menurutnya sudah terasa seperti laga kompetitif meski turnamen ini masih berstatus pramusim. Ia menilai anak asuhnya tampil disiplin, terutama saat melakukan tekanan kepada lawan hingga berbuah gol kemenangan.
Baca Juga:Piala Presiden 2026: Kemandirian Finansial dan Dukungan Sponsor Tanpa Uang NegaraPiala Presiden 2026 Naik Kelas: Hadiah Rp6 Miliar dan Sentuhan Internasional
“Saya pikir tim kami melakukan pekerjaan dengan baik, bola lambung dan bola bawah. Gol yang menentukan hasil pertandingan terjadi karena kami menekan dengan sangat baik, kemudian pemain lawan membuat operan buruk ke penjaga gawang dan kami mencetak gol,” ujar Tavares dalam sesi konferensi pers usai pertandingan.
Bek Persebaya, Risto Mitrevski, menilai kemenangan tersebut merupakan hasil kerja sama tim. Menurutnya, meski baru memasuki awal pramusim, Persebaya mampu menunjukkan organisasi permainan yang baik saat menghadapi tim sekelas Persija.
“Ya, tentu saja, ini baru awal musim yang baru dimulai beberapa minggu yang lalu. Dan ini adalah pertandingan kedua kami dan ini melawan tim besar. Mereka memiliki skuad yang sangat bagus, tetapi seperti yang pelatih katakan, kami bermain seperti sebuah tim, kami kompak,” ujar Risto.
