RADARCIREBON.TV – Di tengah hingar-bingar pertandingan dan sorak sorai suporter, Piala Presiden 2026 membawa misi lain yang tak kalah penting: membuktikan bahwa sepak bola Indonesia bisa mandiri secara finansial. Turnamen pramusim yang digelar pada 25 Juli hingga 6 Agustus 2026 ini menjadi simbol kebangkitan industri sepak bola nasional yang transparan dan tidak bergantung pada anggaran negara.
Ketua Steering Committee Piala Presiden 2026, Maruarar Sirait, menegaskan bahwa penyelenggaraan turnamen kali ini sepenuhnya tidak menggunakan uang negara, baik dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) maupun Badan Usaha Milik Negara (BUMN). “Yang kedua, kami tidak menggunakan uang negara,” tegas Maruarar di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung.
Dukungan Sponsor Swasta: Rp60 Miliar dan Terus Bertambah
Kemandirian finansial Piala Presiden 2026 dibuktikan dengan derasnya kucuran dana dari pihak swasta. Hingga hari pertama penyelenggaraan, nilai sponsor yang berhasil dihimpun mencapai Rp60 miliar. Bahkan, angka tersebut masih berpotensi bertambah seiring berjalannya turnamen.
Baca Juga:Piala Presiden 2026 Naik Kelas: Hadiah Rp6 Miliar dan Sentuhan InternasionalPiala Presiden 2026: Port FC Gilas PSMS Medan 2-0, Debut Mulus Juara Bertahan
“Per hari ini saya laporkan Pak Ketum, ada Rp 50 miliar yang sudah terkumpul. Ini totalnya 50 atau 60 ya? 60 dong, sudah Rp 60 miliar. Masih berlanjut kayaknya,” ujar Maruarar.
Deretan nama-nama besar turut ambil bagian dalam mendukung turnamen ini. Beberapa perusahaan yang menjadi sponsor antara lain Triputra, Astra, Barito Group, Adaro, Emtek, hingga Berau. Ketua SC Piala Presiden juga menyebutkan adanya dukungan dari PIK2, Indofood, Indomie, Sinar Mas, dan Gojek.
Maruarar menjelaskan bahwa meningkatnya kepercayaan sponsor merupakan indikator bahwa industri sepak bola nasional mulai dipandang sebagai sektor yang layak dipercaya. “Sponsor tidak datang hanya karena sepak bolanya menarik, tetapi karena mereka percaya uang yang mereka keluarkan dikelola dengan baik,” tulis Bolasport.com dalam analisisnya.
Transparansi Keuangan: Diaudit PricewaterhouseCoopers (PwC)
Salah satu kunci utama meraih kepercayaan sponsor adalah transparansi. Seluruh proses pengelolaan keuangan Piala Presiden 2026 diaudit oleh PricewaterhouseCoopers (PwC), salah satu kantor akuntan publik terbesar dan paling terkemuka di dunia.
“Nomor satu, benar-benar transparan. Jadi kami diaudit oleh PricewaterhouseCoopers (PwC), auditor yang levelnya internasional,” ujar Maruarar.
