Langkah ini bukan sekadar formalitas administrasi, melainkan sebuah pesan bahwa sepak bola Indonesia sedang berusaha meninggalkan stigma lama tentang pengelolaan yang tertutup. Dalam perspektif industri olahraga, audit independen menjadi sinyal bahwa penyelenggara ingin membangun kredibilitas jangka panjang.
Bola.net dalam pemberitaannya menyebut bahwa transparansi menjadi fondasi yang jarang terlihat dari kacamata publik, tetapi menjadi bagian dari upaya membangun kepercayaan terhadap sepak bola Indonesia.
Dampak Ekonomi bagi UMKM dan Masyarakat
Kemandirian finansial Piala Presiden 2026 tidak hanya berdampak pada penyelenggaraan turnamen, tetapi juga menggerakkan ekonomi rakyat, terutama para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sekitar stadion.
Baca Juga:Piala Presiden 2026 Naik Kelas: Hadiah Rp6 Miliar dan Sentuhan InternasionalPiala Presiden 2026: Port FC Gilas PSMS Medan 2-0, Debut Mulus Juara Bertahan
Maruarar menuturkan bahwa panitia bersama Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian sempat meninjau aktivitas para pelaku UMKM yang berjualan di area stadion. Menurutnya, penyelenggaraan turnamen turut membuka peluang bagi usaha yang sudah berkembang maupun UMKM baru untuk menjangkau lebih banyak konsumen.
“UMKM-nya ada dua jenis: yang sudah namanya bagus, sudah mapan di daerah sekitar Bandung, dan yang dipilih yang akan juga bagus ke depannya. Senangnya adalah ramai dan laku. Jadi, kami mengenalkan juga UMKM yang baru berkembang supaya ada dampaknya dari Piala Presiden ini,” tuturnya.
Selain itu, panitia juga menetapkan harga tiket yang terjangkau, yaitu Rp50 ribu untuk seluruh kategori, agar masyarakat dapat menikmati hiburan sepak bola dengan biaya yang relatif murah.
Maruarar menilai kombinasi pengelolaan keuangan yang transparan, dukungan sponsor swasta, keterlibatan UMKM, serta harga tiket yang terjangkau menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem sepak bola nasional yang semakin sehat dan berkelanjutan.
Dengan total hadiah juara yang meningkat menjadi Rp6 miliar dan partisipasi tiga klub asing dari Asia Tenggara, Piala Presiden 2026 membuktikan bahwa turnamen pramusim di Indonesia mampu berdiri di atas kaki sendiri, menjadi panggung kebanggaan sekaligus penggerak ekonomi rakyat.
