Ahli gizi Sun Hailan dari Chongqing Women’s and Children’s Hospital menjelaskan bahwa mengonsumsi enema gliserin melalui mulut dapat menyebabkan gangguan keseimbangan elektrolit hingga merusak lapisan usus. Menurutnya, penurunan berat badan yang terjadi bukan berasal dari pembakaran lemak, melainkan karena tubuh kehilangan banyak cairan dan mengeluarkan sisa kotoran di usus.
“Meskipun berat badan Anda turun, yang hilang bukanlah lemak, melainkan feses yang mengeras dan banyak air dari tubuh Anda. Setelah tubuh kembali terhidrasi, berat badan pun akan naik lagi sehingga cara ini tidak memberikan manfaat nyata untuk menurunkan lemak tubuh,” tegas Sun Hailan.
Bukan Pertama Kalinya: Deretan Diet Ekstrem di China
Kasus diet ekstrem memang beberapa kali menjadi sorotan di China. Sebelumnya, seorang perempuan berusia 25 tahun dilaporkan mengalami pankreatitis akut setelah menjalani pola makan ekstrem, yaitu makan dalam jumlah sangat banyak hanya satu hari setiap minggu, lalu hampir tidak makan sama sekali selama enam hari berikutnya.
Baca Juga:Klasemen Grup B Usai Laga Perdana, Port FC Puncaki dan Persebaya di Posisi KeduaGol Bunuh Diri Pankov di Menit 63 Bawa Persebaya Bekuk Persija 1-0
Sebelum tren teh campur enema ini, pada awal tahun 2026, sempat viral juga tren “makan plastik” atau plastic eating diet di China. Tren ini melibatkan praktik membungkus mulut dengan plastik bening (cling film) sebelum makan, lalu mengunyah makanan tanpa benar-benar menelannya, dengan harapan bisa menipu otak agar merasa kenyang. Para ahli juga memperingatkan bahwa tren ini bisa mendorong gangguan makan serius seperti bulimia dan anoreksia.
Para dokter mengingatkan bahwa cara paling aman untuk menurunkan berat badan tetap melalui pola makan bergizi seimbang, menjaga defisit kalori secara sehat, serta rutin berolahraga. Tidak ada jalan pintas yang aman untuk menurunkan berat badan secara sehat dan berkelanjutan.
Fenomena ini menjadi pengingat bahwa tidak semua tren yang viral di media sosial layak untuk diikuti, terutama yang menyangkut kesehatan. Sebelum mencoba metode penurunan berat badan yang tidak lazim, selalu konsultasikan dengan tenaga medis profesional untuk menghindari risiko yang tidak diinginkan.
