RADARCIREBON.TV – Fenomena angin kencang yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Jawa dalam beberapa hari terakhir diprediksi masih akan berlangsung dalam beberapa waktu ke depan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama di wilayah yang sedang memasuki puncak musim kemarau.
Angin kencang yang terjadi di Pulau Jawa saat ini bukanlah fenomena yang aneh. BMKG menjelaskan bahwa kondisi ini dipicu oleh menguatnya angin muson timur yang membawa massa udara kering dari Benua Australia menuju wilayah Indonesia . Fenomena ini merupakan karakteristik umum dari musim kemarau di Indonesia.
Durasi Angin Kencang: Hingga Akhir Musim Kemarau
Menurut BMKG, angin kencang diperkirakan masih akan terjadi sepanjang musim kemarau berlangsung. BMKG Stasiun Klimatologi Karangploso, Kabupaten Malang, menyatakan peningkatan kecepatan angin sudah teramati sejak pekan lalu dan semakin terasa akhir-akhir ini .
Baca Juga:Rambut Selalu Kusut Habis Kena Angin? Simak Penyebab dan 5 Cara Ampuh MengatasinyaCuaca Cirebon Hari Ini 24 Juli 2026: Cerah Sepanjang Hari, Waspada Angin Kencang
Untuk wilayah Jawa Barat, BMKG bahkan mengeluarkan peringatan dini terkait potensi angin kencang selama sepekan ke depan, terhitung mulai 21 hingga 27 Juli 2026. Sementara itu, prakiraan cuaca BMKG untuk periode 24 hingga 31 Juli 2026 juga mencantumkan Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur sebagai wilayah yang perlu mewaspadai potensi angin kencang .
Secara lebih spesifik, BMKG menyebut potensi angin kencang di Jawa Timur dipicu menguatnya angin muson timur yang merupakan karakteristik musim kemarau . Puncak dari fenomena ini sendiri terjadi pada bulan Juli yang merupakan puncak musim kemarau.
Fenomena Angin Kumbang di Ciayumajakuning
Di wilayah Ciayumajakuning, fenomena angin kencang ini dikenal dengan sebutan angin kumbang. BMKG menjelaskan bahwa kondisi ini muncul karena wilayah tersebut berada di sisi utara Gunung Ciremai. Pada musim kemarau, angin dari belahan bumi selatan bergerak menuruni lereng Gunung Ciremai menuju wilayah dataran rendah Majalengka dengan membawa udara panas, kering, dan berkecepatan tinggi.
Kecepatan angin di wilayah Ciayumajakuning pada musim kemarau masih berpotensi meningkat hingga mencapai 32 knot atau sekitar 60 kilometer per jam, bahkan lebih. Selama Juli 2026, kecepatan angin maksimum yang tercatat sudah mencapai 26 knot atau sekitar 48 kilometer per jam.
