Menjelang Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, bendera merah putih mulai memenuhi sejumlah sudut Kabupaten Cirebon. Namun, di balik semarak merah putih, ada kisah tentang kesejahteraan dan keadilan yang masih luput.Momen menjelang 17 Agustus 2026 kembali menjadi refleksi, setelah 81 tahun Indonesia merdeka. Apakah hasil pembangunan dan program pemerintah sudah benar-benar dirasakan seluruh masyarakat?Bagi Udin, buruh lepas berusia 64 tahun, jawabannya belum sepenuhnya. Selama 15 tahun, pekerjaan musiman ini menjadi salah satu caranya mendapatkan penghasilan.Bendera yang bagi sebagian orang menjadi simbol perayaan kemerdekaan, bagi Udin, juga menjadi barang dagangan yang ditukarkan dengan uang, untuk menyambung kehidupan. Namun, di balik senyum dan aktivitas menjajakan merah putih, Udin masih menyimpan keresahan.Di usianya yang sudah 64 tahun, ia mengaku belum banyak merasakan perubahan dalam kehidupannya. Termasuk dalam hal bantuan sosial.Menurut Udin, ketidakmerataan bantuan masih menjadi persoalan. Di lingkungan keluarganya sendiri, ada yang mendapatkan bantuan, namun ada pula yang belum menerima. Udin juga mengaku kerap kelewatan informasi mengenai program dan aturan pemerintah.Informasi yang seharusnya menjadi jembatan antara program pemerintah dan masyarakat, justru dinilainya masih sulit dijangkau.Bagi Udin, komunikasi pemerintah dengan masyarakat masih perlu diperkuat. Terutama agar warga kecil seperti dirinya tidak hanya menjadi penerima informasi terakhir. Menjelang 17 Agustus, harapannya ingin masyarakat Kabupaten Cirebon hidup lebih makmur, dan bantuan pemerintah bisa diberikan secara lebih merata.