Bau Waduk Tak Kunjung Hilang, Warga Sepakat Relokasi – Video

Bau Waduk Tak Kunjung Hilang, Warga Sepakat Relokasi
0 Komentar

Bau menyengat dari Bendungan Kuningan membuat ratusan warga Dusun Wana Asih, Desa Randusari, Kecamatan Cibeureum, Kuningan, meminta solusi relokasi. Aspirasi ini disampaikan langsung dalam audiensi di DPRD Kuningan.

Persoalan bau menyengat yang berasal dari Waduk Kuningan di Kecamatan Cibeureum sampai saat ini terus dirasakan warga Desa Randusari, tepatnya di Dusun Wana Asih, sebuah area terdekat dengan bendungan. Ada sekitar 130 rumah yang terdampak bau tak sedap ini sepanjang waktu.

Terlebih di saat musim kemarau, bau dari air waduk ini bukan lagi menjadi masalah teknis bendungan, namun kini telah berdampak pada kehidupan sosial dan kenyamanan ratusan kepala keluarga.

Baca Juga:MPA Aktifkan Embung Cegah Karhutla Ciremai – Video‎DPRD Dorong Tindak Lanjut Persoalan Daerah – Video

Warga mengaku tidak hanya terganggu dengan bau, tetapi juga terdampak kebisingan aktivitas bendungan yang mengganggu kenyamanan.

Kondisi ini diadukan masyarakat melalui audiensi. Audiensi ini mempertemukan masyarakat terdampak dengan sejumlah dinas dari pemerintah kabupaten, di antaranya Sekretariat Daerah, Bappeda, DLHK, DPUTR melalui DPKPP, Dinas Kesehatan, hingga BBWS Cimanuk-Cisanggarung sebagai pengelola bendungan.

Dari hasil rekomendasi jajaran kepala dinas, Ketua DPRD Kuningan, Nuzul Rachdy, menyimpulkan relokasi menjadi kebutuhan sekaligus salah satu opsi yang dapat ditempuh. Untuk itu DPRD mendorong pemerintah daerah segera membentuk tim penyelesaian dampak Bendungan Kuningan, sekaligus menyiapkan kajian dan lokasi relokasi.

DPRD juga akan mengerahkan lintas komisi untuk mengawal aspirasi masyarakat di sekitar bendungan tersebut.

Usai audiensi, Kepala Desa Randusari, Tata Kasta, menerangkan bau menyengat terjadi sejak pembukaan bendungan pada 2022. Aroma ini dirasakan meningkat setiap musim kemarau tiba, ketika air dikeluarkan dari bagian bawah bendungan. Sementara saat musim hujan, bau cenderung berkurang.

Dari sisi kesehatan, hasil pemeriksaan cepat Dinas Kesehatan pada sumur warga menunjukkan TDS sekitar 199 dan pH 6,79. Sejumlah warga juga ada yang mengalami sakit hipertensi dan gangguan pencernaan. Untuk memastikan tingkat keamanan air di daerah tersebut, Dinkes memerlukan pemeriksaan laboratorium lanjutan.

Sementara itu, perwakilan BBWS Cimanuk-Cisanggarung menyebut terdapat sekitar 4,2 hektare kawasan di sekitar bendungan yang perlu mendapat perhatian. BBWS juga menyampaikan persoalan warga dan upaya pembebasan lahan di kawasan tersebut sebelumnya telah disampaikan kepada pemerintah pusat melalui kementerian.

0 Komentar