Dewan Eksekutif Mahasiswa Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon, melaksanalan seminar nasional kebangsaan, dengan memaknai kemerdekaan dari perspektif Islam. Seminar juga menyoroti peran orang tua dalam mendampingi anak di tengah derasnya perkembangan dunia digital.
Dewan Eksekutif Mahasiswa Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon, melaksanakan seminar nasional kebangsaan, dalam memperingati HUT RI ke 81 dengan memaknai kemerdekaan dari perspektif Islam. Seminar juga menyoroti peran orang tua dalam mendampingi anak di tengah derasnya perkembangan dunia digital.
Kegiatan yang menghadirkan Buya Yahya sebagai narasumber ini mengangkat tema tentang regenerasi religius nasionalis, logika dan peran mahasiswa diera digital. Dalam materinya, Buya Yahya menilai kemerdekaan, tidak hanya dimaknai sebagai bebas dari penjajahan. Namun juga, bagaimana manusia mampu membebaskan diri dari hawa nafsu, yang dapat menghambat dalam menjalani kehidupan.
Baca Juga:Pengabdian, 3 Kampus Kirim Mahasiswa Ke Desa Linggasana – Video3 Hari Air PDAM Mati, Pedagang Di Indramayu Kesulitan Beraktivitas – Video
Presiden Mahasiswa UI Bunga Bangsa Cirebon menjelaskan, mahasiswa harus mampu memanfaatkan digitalisasi untuk hal hal yang bermanfaat, dan melakukan life balance antara memberikan dampak bagi bangsa tanpa meninggalkan jiwa sebagai muslim.
Sementara, ulama kondang Buya Yahya menilai momen kemerdekaan ini harus diisi dan dimaknai dengan memprioritaskan kemaslahatan umat, dan menghilangkan ego pribadi. Buya juga mengajak masyarakat untuk memaknai religius dengan terus berprasangka baim terhadap Allah SWT, dan nasionalis dimaknai menjaga negeri ini dengan ilmu dan akhlak serta bermanfaat bagi orang lain.
Tak hanya soal kemerdekaan, seminar ini juga menyentuh persoalan parenting dan pendidikan anak di era digital. Orang tua dinilai memiliki peran penting, dalam memberikan pendampingan dan keteladanan, serta membangun komunikasi yang baik dengan anak.
Seminar nasional ini diharapkan menjadi momentum bagi mahasiswa dan peserta, untuk kembali merefleksikan makna kemerdekaan. Sekaligus memperkuat peran keluarga, dalam membentuk generasi muda yang berkarakter, cerdas, dan mampu menghadapi tantangan era digital.
Melalui seminar ini, semangat kemerdekaan diharapkan tak hanya menjadi perayaan seremonial. Namun juga menjadi momentum membangun generasi yang merdeka dalam berpikir, berkarakter, dan bijak memanfaatkan teknologi.