4. Yazio
Yazio menjadi alternatif Google Health yang lebih berfokus pada nutrisi daripada sekadar pelacakan kebugaran. Aplikasi ini dilengkapi fitur pencatatan makanan bertenaga AI, termasuk kemampuan memotret makanan untuk memperkirakan jumlah kalori dan kandungan nutrisinya. Selain itu, Yazio juga menawarkan pengingat minum air, program puasa, serta lebih dari 3,000 resep yang dapat disaring berdasarkan preferensi pengguna. Meski sebagian pengguna menilai proses konfigurasi di awal dan pencatatan makanan cukup merepotkan, integrasi AI membantu mengurangi pekerjaan manual tersebut. Dengan lebih dari 50 juta unduhan di Google Play Store, Yazio layak dipertimbangkan bagi pengguna yang ingin memahami pola makan, terutama karena fitur pelacakan diet masih menjadi salah satu kelemahan utama Google Health.
5. Sweatcoin
Google Health dan kebanyakan aplikasi fitness di daftar ini menawarkan fitur pelacakan kesehatan yang lebih lengkap, sementara Sweatcoin ditujukan bagi pengguna yang menginginkan pengalaman sederhana. Aplikasi ini pada dasarnya hanya berfungsi sebagai penghitung langkah, tanpa fitur untuk memantau kalori atau mencatat latihan, sehingga lebih cocok bagi pengguna yang ingin membangun kebiasaan berjalan kaki setiap hari atau sekadar mengetahui seberapa aktif mereka bergerak. Keunggulan Sweatcoin terletak pada sistem motivasinya yang mengubah jumlah langkah menjadi mata uang virtual bernama Sweatcoins, yang bisa ditukar dengan hadiah seperti gift card dan diskon untuk aplikasi yang bekerja sama dengan mereka.
Demikian tadi ulasan sekaligus rekomendasi beberapa aplikasi fitness terbaik untuk dicoba selain Google Health. Tertarik menjajal salah satu aplikasi di atas?
