Jangan Asal Pakai! Inilah 7 Faktor Penentu Umur Baterai Mobil Listrik, Biar Lebih Awet

Mobil Listrik
Ilustrasi Wanita mengisi daya mobil listrik (istockphoto)
0 Komentar

RADARCIREBON.TV- Kalau kamu sudah atau sedang mempertimbangkan punya mobil listrik, baterai pasti jadi perhatian utama. Wajar, karena baterai bukan cuma sumber tenaga, tapi juga komponen paling mahal di mobil listrik. Banyak orang takut baterai cepat rusak atau performanya turun drastis. Padahal, umur baterai gak sepenuhnya soal nasib atau merek mobil. Ada banyak faktor yang dipengaruhi langsung oleh kebiasaanmu sebagai pengguna. Artinya, umur baterai sebenarnya bisa dikontrol sampai batas tertentu.

Masalahnya adalah bahwa komponen-komponen ini seringkali tidak dibahas secara menyeluruh. Fokus utama banyak orang adalah kapasitas besar atau jarak tempuh jauh. Namun, penggunaan sehari-hari lebih penting. Meskipun ada beberapa keterbatasan, baterai mobil listrik dirancang untuk bertahan lama. Risiko degradasi dapat ditekan jika Anda tahu apa saja yang memengaruhinya. Agar tidak salah, berikut adalah tujuh faktor utama yang menentukan umur baterai mobil listrik Anda.

1. Pola pengisian daya sehari-hari

Cara kamu mengisi daya punya pengaruh besar pada kesehatan baterai. Terlalu sering mengisi hingga 100 persen atau membiarkan baterai kosong sampai nol bisa mempercepat degradasi. Baterai mobil listrik paling nyaman berada di rentang tertentu, bukan di kondisi ekstrem. Sayangnya, banyak pengguna baru belum menyadari hal ini. Mereka cenderung mengisi penuh demi rasa aman. Padahal, kebiasaan ini justru memberi tekanan tambahan pada sel baterai.

Baca Juga:Sering Cas Mobil Listrik Sampai 100%, Apakah Bikin Baterai Cepat Drop?Berapa Lama Baterai Motor Listrik Bertahan? Cek Umur Pakai dan Biaya Ganti

Idealnya, kamu mengisi daya sesuai kebutuhan harian. Mengisi hingga 80 atau 90 persen sudah cukup untuk penggunaan rutin. Pengisian penuh sebaiknya dilakukan hanya saat kamu akan perjalanan jauh. Dengan pola seperti ini, baterai gak terus berada di kondisi berat. Kebiasaan kecil ini sangat berpengaruh dalam jangka panjang. Semakin stabil pola pengisianmu, semakin panjang umur baterai.

2. Frekuensi penggunaan fast charging

Fast charging memang terasa praktis dan menyelamatkan di situasi darurat. Tapi kalau kamu terlalu sering mengandalkannya, baterai bisa cepat aus. Pengisian cepat menghasilkan panas tinggi yang memberi tekanan pada sel baterai. Sistem mobil memang dirancang aman, tapi bukan berarti kebal efek jangka panjang. Banyak pengguna gak sadar karena dampaknya gak langsung terasa. Penurunan biasanya muncul perlahan.

0 Komentar