Sering Cas Mobil Listrik Sampai 100%, Apakah Bikin Baterai Cepat Drop?

Mobil Listrik
Ilustrasi Pengusaha wanita mengisi daya mobil listrik (istockphoto)
0 Komentar

RADARCIREBON.TV- Mobil listrik makin sering terlihat di jalanan Indonesia, tapi bareng popularitasnya muncul juga banyak mitos soal perawatan baterai. Salah satu yang paling sering dibahas adalah kebiasaan mengecas sampai 100 persen setiap hari yang katanya bisa bikin baterai cepat rusak.

Sementara beberapa orang ragu untuk mengisi baterai sepenuhnya, yang lain senang mengecas baterai sampai penuh tanpa berpikir lama. Untuk menghindari terjebak dalam berita palsu, mari kita periksa fakta dan mitos tentang baterai mobil listrik.

1. Baterai memang paling “nyaman” di kisaran tertentu

Baterai lithium-ion sebenarnya bekerja paling stabil di kisaran 20 sampai 80 persen. Di rentang ini, tekanan kimia di dalam sel baterai relatif lebih ringan dan usia pakainya bisa lebih panjang.

Baca Juga:Berapa Lama Baterai Motor Listrik Bertahan? Cek Umur Pakai dan Biaya Ganti5 Chipset HP Baru yang Rilis pada 2026 hingga per Agustus, Cek Apa Saja Daftarnya?

Kalau kamu sering mengisi sampai 100 persen, baterai memang berada di zona tegangan tinggi. Tapi ini bukan berarti langsung rusak, hanya saja dalam jangka panjang bisa mempercepat degradasi kalau dilakukan terus-menerus tanpa jeda.

2. Cas penuh sesekali bukan masalah besar

Banyak orang salah paham seolah-olah ngecas sampai 100 persen itu pantangan mutlak. Padahal produsen mobil listrik sudah merancang baterai dengan sistem proteksi agar tetap aman saat penuh.

Kalau kamu butuh jarak tempuh maksimal untuk perjalanan jauh, ngecas penuh justru sangat wajar. Yang jadi masalah adalah kalau setiap hari selalu penuh meski sebenarnya gak dibutuhkan.

3. Mobil listrik modern sudah pintar mengatur pengisian

Sistem manajemen baterai atau battery management system (BMS) di mobil listrik sekarang sangat canggih. Teknologi ini mengatur arus masuk, suhu, dan batas aman pengisian supaya baterai gak stres berlebihan.

Bahkan saat indikator menunjukkan 100 persen, biasanya masih ada buffer tersembunyi yang melindungi sel baterai. Jadi sebenarnya baterai tidak benar-benar dipaksa ke kapasitas mentah maksimalnya.

4. Kebiasaan lebih penting daripada sekali dua kali penuh

Yang bikin baterai lebih cepat drop bukan satu kali ngecas penuh, tapi pola jangka panjang yang ekstrem. Terlalu sering penuh 100 persen lalu langsung panas karena dipakai agresif bisa mempercepat penurunan kapasitas.

0 Komentar