Menjaga hasil panen tetap berkualitas sekaligus produktif menjadi tantangan sektor pertanian di Kabupaten Cirebon, terutama dalam mengoptimalkan hasil dari setiap hektare lahan. Selain kualitas, capaian tonase juga menjadi perhatian, agar produksi pertanian tetap mampu memenuhi target yang telah ditetapkan.
Menjaga hasil panen tetap berkualitas sekaligus produktif menjadi tantangan sektor pertanian di Kabupaten Cirebon, terutama dalam mengoptimalkan hasil dari setiap hektare lahan. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon, Deni Nurcahya mengatakan, hasil pertanian tidak cukup hanya dinilai dari kualitas, tetapi juga harus diimbangi dengan kuantitas atau produktivitas.
Untuk komoditas padi misalnya, produktivitas per hektare terus menjadi perhatian, sehingga hasil panen yang diperoleh petani dapat lebih optimal dari luasan lahan yang tersedia.
Baca Juga:Lomba Rakyat, HUT Ke-25 Partai Demokrat Di Kuningan – VideoMeriahkan Kemerdekaan HUT RI Ke 81 Dengan Cara Unik – Video
Menurutnya, pencapaian hasil tersebut tidak terlepas dari terpenuhinya kebutuhan selama proses budidaya, termasuk ketersediaan pupuk dan obat-obatan tanaman.
Karena itu, pemanfaatan pupuk bersubsidi juga terus dimaksimalkan untuk mendukung kebutuhan tanaman, sekaligus menjaga produktivitas lahan pertanian.
Di sisi lain, kondisi tanaman juga perlu dijaga agar kualitas hasil panen tetap baik. Dengan begitu, peningkatan produksi tidak hanya mengejar jumlah atau tonase, tetapi juga menghasilkan komoditas dengan kualitas yang sesuai.
Upaya menjaga keseimbangan antara kualitas, dan kuantitas tersebut menjadi bagian penting dalam mempertahankan produktivitas pertanian di Kabupaten Cirebon, sehingga hasil panen dapat terus optimal dan mendukung kebutuhan pangan.