Menurut Lana, dari lima peserta yang mengikuti Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK), seluruhnya kembali ditetapkan sebagai calon yang berhak mengikuti wawancara akhir.
“Akhirnya masyarakat, khususnya kami melihat ini ada sesuatu yang tidak biasa, umumnya kan di akhir itu menyisakan tiga besar, kenapa ini menjadi lima besar,” ujar Maulana.
Ia menilai kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat. Sebab, proses seleksi yang seharusnya menjadi tahapan untuk menguji dan mengerucutkan kandidat justru tetap mempertahankan seluruh peserta hingga tahap akhir.
Baca Juga:Seleksi BUMD Cirebon 2026, Hilman Mundur! Rodiyah Absen! Ini Nama-Nama yang Berpeluang Masuk Tiga BesarBupati Cirebon Tantang Calon Direksi Baru BUMD, Cari Terobosan Pendapatan Hingga Optimalisasi Pengolahan Air
Sorotan itu semakin kuat karena PDAM merupakan BUMD yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat.
“Kami tentu akan memantau dan mengawasi proses yang sedang berjalan ini sampai selesai. Kondisi hari ini tentu jadi catatan, dimana PDAM kita masih tergolong skala kecil, pelayanan belum maksimal sehingga orang yang nanti ditunjuk juga harus bisa bekerja,” kata Lana.
Ia menegaskan, pimpinan PDAM ke depan tidak cukup hanya mampu menjalankan perusahaan secara administratif. Figur yang terpilih harus mampu meningkatkan pelayanan kepada masyarakat sekaligus memperkuat kontribusi BUMD terhadap daerah.
“PR PDAM ini banyak sekali, saat ini yang minim peran, baik dalam hal pelayanan maupun setoran PAD-nya, harusnya sekelas Kabupaten Cirebon bisa lebih baik lagi,” imbuhnya.
Menurut Lana, kondisi tersebut membuat masyarakat bingung sekaligus menimbulkan pertanyaan terhadap hasil seleksi yang dilakukan Panitia Seleksi.
“Secara umum kami melihat ada sesuatu yang sepertinya kurang pas, lalu buat apa ada seleksi kalau di akhir peserta yang awal mengikuti UKK semuanya diloloskan ke tahap akhir seleksi,” ungkapnya.
Lana memastikan pihaknya akan terus memantau proses seleksi hingga penentuan Direksi PDAM dilakukan. Menurutnya, perhatian publik diperlukan agar figur yang akhirnya dipilih benar-benar mampu menjawab persoalan pelayanan dan meningkatkan kinerja PDAM.
