RADARCIREBON.TV — Seleksi calon Direksi, Komisaris dan Dewan Pengawas Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Cirebon memasuki babak yang semakin menentukan.
Setelah melewati tahapan Uji Kepatutan dan Kelayakan (UKK), para peserta kini tinggal menunggu hasil penilaian untuk menentukan siapa saja yang berhak masuk ke tiga besar.
Tahapan tiga besar ini menjadi pintu menuju tahapan akhir, yakni wawancara dengan Kuasa Pemilik Modal (KPM).
Baca Juga:Bupati Cirebon Tantang Calon Direksi Baru BUMD, Cari Terobosan Pendapatan Hingga Optimalisasi Pengolahan AirBUMD PPJ Cirebon Ditarget Kendalikan Harga Pangan, Direksi Baru Diminta Kreatif – Video
Artinya, persaingan para peserta kini bukan lagi sekadar memenuhi persyaratan administrasi. Mereka harus mampu meyakinkan Panitia Seleksi (Pansel) bahwa mereka memiliki kapasitas, pengalaman, integritas dan gagasan untuk membawa perusahaan daerah ke arah yang lebih baik.
Menariknya, dari sejumlah nama yang mengikuti UKK, terdapat beberapa kandidat yang dinilai memiliki peluang lebih kuat untuk menembus tiga besar.
Persaingan paling menarik terjadi dalam seleksi calon Direksi PDAM Tirta Jati Kabupaten Cirebon.
Lima kandidat telah mengikuti tahapan UKK. Empat di antaranya berasal dari internal PDAM, sementara satu kandidat berasal dari luar perusahaan.
Mereka adalah Plt Direktur Utama PDAM Hendra Chandra Saputra, Kabag Teknik PDAM Irfan Andriana, Sekretariat Dewan Pengawas Niko Bhineko Murahmanto, Dewan Pengawas Anas Basuki, serta Surnita Sandi W dari eksternal PDAM
Dari lima nama tersebut, hanya tiga kandidat yang akan melaju ke tahap berikutnya.
Komposisi ini membuat pertarungan menjadi cukup ketat. Apalagi empat kandidat memiliki pengalaman dan pengetahuan mengenai kondisi internal PDAM.
Baca Juga:Target Parkir Hanya Rp14 Ribu per Titik, DPRD Pertanyakan Logika Penyusunan PAD Kabupaten CirebonPilwu Serentak 2027 Cirebon Mulai Digital, E-Voting Bakal Diuji di 177 Desa
Hendra, misalnya, memiliki keuntungan dari sisi pengalaman karena saat ini menjalankan tugas sebagai Plt Direktur Utama. Posisi tersebut membuatnya relatif memahami persoalan perusahaan, mulai dari pelayanan pelanggan, operasional, keuangan hingga tantangan pengembangan jaringan.
Nama Irfan juga patut diperhitungkan. Sebagai Kabag Teknik, ia memiliki pengalaman langsung pada aspek teknis pelayanan air minum yang menjadi jantung operasional PDAM.
Sementara Niko Bhineko Murahmanto dan Anas Basuki memiliki pengalaman di lingkungan Dewan Pengawas, yang memberikan perspektif berbeda mengenai tata kelola dan pengawasan perusahaan.
Di sisi lain, Surnita Sandi W menjadi satu-satunya kandidat dari luar PDAM. Meski tidak berasal dari internal perusahaan, peluangnya belum tertutup.
