Abu Vulkanik Belum Hilang, Apakah Olahraga Luar Ruang Masih Aman?

Kesehatan
Ilustrasi Seorang Wanita Berolahraga di Taman Kota (istockphoto)
0 Komentar

Tidak ada bukti lain selain pemantauan PM2.5. Ada beberapa abu yang termasuk dalam kelompok partikel PM10 atau lebih besar. Menurut angka PM2.5, gas dan aerosol vulkanik dapat ditemukan di udara sekitar gunung.

Gunakan kategori udara untuk mengatur latihan

Sebagai panduan umum untuk pencemaran partikel, U.S. Environmental Protection Agency memberikan rekomendasi berikut:

  • Baik: aktivitas di luar umumnya dapat dilakukan apabila tidak ada hujan abu, peringatan resmi, atau gejala.
  • Sedang: orang yang sensitif terhadap polusi sebaiknya memperpendek durasi dan menurunkan intensitas latihan.
  • Tidak Sehat atau lebih buruk: tunda latihan luar ruangan dan pindahkan aktivitas ke tempat dengan udara yang lebih bersih.

Kategori dari sistem yang berbeda dapat menggunakan ambang angka yang tidak sama. Karena itu, gunakan nama kategori serta keterangan kesehatan dari sumber resmi.

Baca Juga:Jadwal Pertandingan Udinese vs Lazio di Liga Italia 2026, Apakah Tayang di TV atau Live Streaming?Klasemen Super League 2026/2027 Usai Pekan 1: Arema Berada di Puncak, Persib Bandung Tempel di Posisi Kedua

Kembali berolahraga secara bertahap

Sesi pertama tidak perlu langsung berupa lari jarak jauh atau latihan interval. Mulailah dengan jalan santai, latihan mobilitas, atau latihan kekuatan ringan. Pilih intensitas yang masih memungkinkan berbicara dalam kalimat lengkap tanpa terengah-engah.

Jika tidak muncul batuk, mengi, dada sesak, atau sesak napas yang tidak biasa selama maupun setelah latihan, durasi dan intensitas dapat ditambah secara bertahap pada sesi berikutnya. Jika kondisi luar belum bersih, latihan dapat dilakukan di ruangan yang tidak kemasukan abu. Penyaring udara HEPA dapat membantu mengurangi partikel di dalam ruangan.

Gunakan respirator N95 saat seseorang harus berada di luar ketika abu masih ada. Namun, N95 hanya menyaring partikel dan tidak melindungi dari gas vulkanik. Karena itu, memakai N95 tidak dapat dijadikan satu-satunya alasan untuk melakukan latihan berat di udara yang masih tercemar.

Pasien asma, penyakit paru obstruktif kronis, atau penyakit jantung perlu menunggu hingga kondisinya benar-benar terkendali. Gunakan obat sesuai rencana pengobatan dokter dan sediakan inhaler pereda jika diresepkan.

Hentikan aktivitas dan segera masuk ke tempat yang udaranya lebih bersih jika muncul batuk terus-menerus, mengi, dada terasa tertekan, pusing, jantung berdebar, atau sesak yang tidak sebanding dengan intensitas latihan. Nyeri dada, sulit berbicara karena kehabisan napas, bibir membiru, kebingungan, atau pingsan memerlukan pertolongan medis segera.

0 Komentar