RADARCIREBON.TV- Selama aktivitas gunung api, abu vulkanik dapat dibawa angin dan menyebar ke tempat yang jauh dari titik erupsinya. Abu vulkanik adalah campuran fragmen batuan dan mineral yang sangat halus, berbeda dengan asap biasa. Partikel tersebut dapat merusak saluran pernapasan dan bahkan masuk ke bagian paru-paru yang lebih dalam saat dihirup.
Selain itu, abu vulkanik dapat menyebabkan masalah pada tenggorokan, hidung, dan mata, terutama ketika konsentrasinya tinggi. Akibatnya, menghirup abu vulkanik tidak sama dengan menghirup asap kendaraan atau pembakaran biasa. Apa yang membuat abu vulkanik lebih berbahaya bagi kesehatan manusia? Bahaya abu vulkanik yang harus Anda ketahui dibahas secara rinci di sini.
Mengapa Abu Vulkanik Lebih Berbahaya dari Asap Biasa?
1. Abu vulkanik punya partikel tajam yang bisa melukai saluran pernapasan
Abu vulkanik bukan sekadar debu yang beterbangan setelah gunung meletus. Menurut United States Geological Survey (USGS), abu vulkanik terbentuk dari pecahan batuan, mineral, dan kaca vulkanik yang hancur saat terjadi erupsi. Pecahan tersebut dapat memiliki bentuk yang tajam dan bersifat abrasif atau mudah mengikis permukaan
Baca Juga:Jangan Dikucek! Inilah 5 Langkah Pertolongan Pertama Iritasi Mata akibat Abu VulkanikJangan Asal Pakai, Inilah 3 Rekomendasi Jenis Masker untuk Abu Vulkanik
Ketika terhirup, partikel abu dapat mengiritasi hidung, tenggorokan, dan saluran pernapasan. USGS juga menyebut bahwa partikel yang berukuran sangat kecil bahkan bisa masuk lebih jauh hingga ke bagian dalam paru-paru. Tubuh kemudian akan berusaha mengeluarkan partikel tersebut melalui batuk atau lendir.
Paparan abu dalam jumlah banyak dapat menyebabkan batuk, sesak napas, dan rasa tidak nyaman di dada. Orang dengan asma atau penyakit pernapasan lainnya juga dapat mengalami gejala yang lebih buruk setelah terpapar abu vulkanik. Oleh sebab itu, abu vulkanik sebaiknya tidak dianggap sebagai debu biasa yang aman untuk dihirup.
2. Semakin halus abunya, semakin jauh masuk ke paru-paru
Abu vulkanik terdiri dari partikel dengan ukuran yang beragam, termasuk partikel yang sangat kecil sehingga dapat terhirup. Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menyebut paparan abu vulkanik dapat membahayakan kesehatan, terutama sistem pernapasan. Semakin kecil ukuran partikel, semakin besar kemungkinannya untuk masuk lebih jauh ke paru-paru.
