Abu Vulkanik Belum Hilang, Apakah Olahraga Luar Ruang Masih Aman?

Kesehatan
Ilustrasi Seorang Wanita Berolahraga di Taman Kota (istockphoto)
0 Komentar

RADARCIREBON.TV- Meskipun sepatu olahraga sudah disiapkan, dedaunan dan teras masih tertutup lapisan abu. Setelah erupsi mereda, langit mungkin tampak lebih terang, tetapi udara yang tenang tidak selalu bebas dari partikel.

Angin, kendaraan, aktivitas warga, atau proses pembersihan dapat mengangkat abu vulkanik yang telah mengendap. Bahkan lama setelah hujan abu berhenti, endapan abu yang kering dapat berubah kembali menjadi awan debu.

Jika abu masih terlihat melayang, udara terasa berdebu, atau permukaan jalan mengeluarkan debu ketika dilintasi kendaraan, latihan berat di luar ruangan sebaiknya ditunda demi kesehatan.

Baca Juga:Jadwal Pertandingan Udinese vs Lazio di Liga Italia 2026, Apakah Tayang di TV atau Live Streaming?Klasemen Super League 2026/2027 Usai Pekan 1: Arema Berada di Puncak, Persib Bandung Tempel di Posisi Kedua

Apakah Aman Olahraga Saat Ada Abu Vulkanik?

Olahraga membuat lebih banyak udara masuk ke paru-paru

Berolahraga membuat tubuh membutuhkan lebih banyak oksigen. Napas menjadi lebih cepat dan dalam, sehingga volume udara dan partikel di dalamnya bertambah.

Pada intensitas tinggi, kamu juga lebih banyak bernapas melalui mulut. Cara ini melewati sebagian fungsi penyaringan alami hidung. Kombinasi peningkatan ventilasi, durasi paparan, dan konsentrasi polutan dapat meningkatkan dosis pencemar yang terhirup selama olahraga.

Menurut penelitian terhadap anak-anak di Montserrat setelah erupsi Soufrière Hills di Kepulauan Karibia, prevalensi penyempitan saluran napas yang dipicu olahraga ditemukan sekitar 4 kali lebih tinggi pada anak berusia 8–12 tahun yang sedang terpapar abu berat dibandingkan kelompok dengan paparan rendah.

Temuan tersebut memperkuat alasan untuk membatasi lari, bersepeda cepat, sepak bola, atau aktivitas berat lain ketika abu masih berada di udara.

Kapan bisa olahraga di luar ruangan lagi?

Kondisi setiap letusan berbeda, sedangkan sebaran abu dipengaruhi oleh jumlah material, arah angin, cuaca, dan aktivitas di permukaan.

Gunakan empat tanda berikut sebelum kembali berolahraga di luar ruangan:

  • Hujan abu sudah berhenti dan tidak ada abu yang kembali beterbangan. Jangan hanya melihat langit. Perhatikan debu yang muncul ketika angin bertiup atau kendaraan melintas.
  • Tidak ada peringatan atau larangan yang berlaku di lokasi latihan. Ikuti informasi dari sumber resmi. Berakhirnya hujan abu tidak otomatis berarti seluruh bahaya erupsi telah berlalu.
  • Kualitas udara telah membaik. BMKG menyediakan pemantauan PM2.5 dengan kategori Baik, Sedang, Tidak Sehat, Sangat Tidak Sehat, dan Berbahaya. Kategori Baik dapat menjadi salah satu tanda untuk mulai beraktivitas, tetapi tetap harus dibaca bersama kondisi lokal dan arahan petugas.
  • Tidak ada keluhan pernapasan. Batuk, tenggorokan perih, mengi, dada terasa sesak, atau napas lebih pendek dari biasanya menunjukkan bahwa saluran napas masih teriritasi.
0 Komentar