Tak Hanya Mengganggu Mesin: Inilah 5 Dampak Abu Vulkanik pada Keamanan Penerbangan

Abu Vulkanik
Awan abu vulkanik dari Semeru Java Indonesia (istockphoto)
0 Komentar

RADARCIREBON.TV- Erupsi gunung berapi dapat mengganggu aktivitas penerbangan dan daerah sekitarnya. Abu dari letusan vulkanik dapat dibawa angin ke jalur penerbangan, menimbulkan berbagai ancaman bagi pesawat ketika menyebar ke jalur penerbangan. Ini adalah salah satu penyebabnya.

Dampaknya tidak hanya berkaitan dengan mesin pesawat, sebaran abu vulkanik juga bisa mengurangi jarak pandang, merusak beberapa bagian pesawat, hingga membuat rute penerbangan harus dialihkan. Dalam kondisi tertentu, dampaknya bahkan bisa meluas dan mengganggu aktivitas penerbangan di suatu wilayah. Penasaran apa saja dampaknya? Yuk, simak penjelasannya berikut ini!

5 Dampak Abu Vulkanik pada Keamanan Penerbangan

1. Mesin pesawat dapat mengalami gangguan

Abu vulkanik terdiri dari partikel batuan, mineral, dan kaca vulkanik yang sangat halus. Ketika tersedot ke dalam inti mesin, abu tersebut dapat mencapai bagian mesin yang bersuhu sangat tinggi. Suhu di dalam mesin dapat melebihi 1.400 derajat Celsius, sehingga material silikat dalam abu bisa meleleh.

Baca Juga:Jangan Dibiarkan Terlalu Lama! Berapa Lama Abu Vulkanik Bisa Merusak Cat Mobil?Jangan Dianggap Sepele, Inilah Mengapa Abu Vulkanik Lebih Berbahaya dari Asap Biasa?

Material yang meleleh ini kemudian dapat menempel dan mengeras pada bilah turbin serta bagian dalam mesin. Endapan tersebut mengganggu aliran udara dan membuat kinerja mesin menurun. Jika abu yang masuk cukup banyak, kondisi ini dapat menyebabkan engine flameout, yaitu ketika pembakaran di dalam mesin berhenti sehingga mesin kehilangan daya.

2. Jarak pandang pilot menurun ketika terhalang abu vulkanik

Awan abu vulkanik yang pekat dapat membuat jarak pandang pilot menurun secara drastis. Kondisi ini menjadi lebih sulit diantisipasi ketika penerbangan berlangsung pada malam hari karena abu lebih sulit terlihat. Saat pesawat melintas ke dalam awan abu yang pekat, pandangan pilot terhadap lingkungan di sekitar pesawat dapat terganggu sehingga menyulitkan mereka untuk melihat dengan jelas selama penerbangan.

Partikel abu vulkanik yang keras dan tajam juga dapat mengikis kaca kokpit saat pesawat melaju dengan kecepatan tinggi. Akibatnya, kaca bisa menjadi buram dan semakin mengganggu pandangan pilot. Jika kondisinya cukup parah, hal ini dapat menyulitkan pilot, terutama ketika pesawat mendekati atau melakukan pendaratan.

3. Permukaan dan komponen pesawat dapat mengalami kerusakan

0 Komentar