BMKG Imbau Waspada, Cek Sebaran Abu Krakatau di Situs Ini Sekarang

abu vulkanik Gunung Anak Krakatau secara real time
Cara cek sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau real time via HP pakai situs abu.cikoytew.my.id.(Foto: Dok. Disway)
0 Komentar

RADARCIREBON.TV – Erupsi Gunung Anak Krakatau yang masih berlangsung sejak Jumat, 4 September 2026, membuat sebaran abu vulkaniknya semakin meluas hingga ke sejumlah wilayah padat penduduk. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika atau BMKG mengungkapkan bahwa abu vulkanik telah terdampak hingga DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Lampung, hingga Bengkulu. Kondisi ini tentu membuat banyak masyarakat bertanya-tanya, apakah daerah tempat tinggal mereka bakal terkena hujan abu atau tidak. Kabar baiknya, kini ada cara mudah dan gratis untuk memantau pergerakan abu vulkanik ini secara real time hanya melalui genggaman tangan.

Link dan Cara Cek Sebaran Abu Vulkanik Real Time

Salah satu platform yang paling banyak dibicarakan warganet adalah situs abu.cikoytew.my.id. Situs ini dibuat oleh seorang warganet bernama Tri Purnomo Aji yang menyajikan informasi pergerakan abu vulkanik dengan tampilan yang sederhana dan ramah pengguna. Yang menarik, situs ini tidak memerlukan instalasi aplikasi tambahan dan bisa diakses langsung dari browser HP siapa saja. Menurut Aji, situs ini mampu memprediksi apakah sebuah kota bakal terkena abu vulkanik atau tidak dalam kurun waktu 18 jam ke depan. Informasi ini sangat membantu masyarakat untuk mengambil langkah antisipasi, seperti menyiapkan masker atau menghindari aktivitas di luar ruangan saat abu mulai menghampiri.

Untuk menggunakan situs tersebut, caranya sangat mudah. Pertama, buka browser di HP dan ketik alamat abu.cikoytew.my.id. Kedua, pilih gunung api yang ingin dipantau, yaitu Gunung Anak Krakatau yang saat ini berstatus Siaga Level III. Ketiga, masukkan nama kota atau kabupaten tempat tinggal, atau bisa juga dengan mengaktifkan fitur lokasi di HP. Dalam hitungan detik, situs akan menampilkan informasi apakah wilayah tersebut berpotensi terkena sebaran abu atau tidak. Selain itu, masyarakat juga bisa memanfaatkan situs resmi MAGMA Indonesia dari Kementerian ESDM. Di platform ini, tersedia peta Indonesia dengan ikon gunung yang warnanya berbeda-beda, mulai dari hijau untuk normal, kuning waspada, hingga oranye siaga seperti yang kini disandang Anak Krakatau.

0 Komentar