Air Kelapa Segar atau Kemasan, Mana Lebih Sehat? Inilah yang Perlu Diketahui

Kesehatan
Berbagai botol air kelapa dengan rasa lychee dan guava pink untuk pengalaman rasa yang menyegarkan (pexels)
0 Komentar

RADARCIREBON.TV- Air kelapa dalam kemasan, baik dalam botol maupun kotak, merupakan pilihan praktis jika air kelapa murni sulit didapat. Lantas, apakah air kelapa segar maupun air kelapa dalam kemasan sama-sama menyehatkan?

Ternyata jawabannya dipengaruhi oleh faktor seperti asal kelapa, cara pengolahan, lama penyimpanan, kebersihan saat penyajian, hingga apakah produsen menambahkan gula atau bahan lain.

1. Komposisi air kelapa segar

Air kelapa alami terdiri sebagian besar dari air, tetapi juga mengandung sejumlah gula, mineral seperti kalium, dan bahan tambahan seperti vitamin dan senyawa fenolik.

Baca Juga:Apakah Air Kelapa Ampuh Menurunkan Tekanan Darah? Simak PenjelasannyaAbu Vulkanik Belum Hilang, Apakah Olahraga Luar Ruang Masih Aman?

Namun, kandungannya tidak seragam pada setiap buah. Studi dalam Journal of Food Science and Technology menunjukkan komposisi air kelapa berubah menurut tingkat kematangan. Dalam sampel yang dianalisis, total gula berada sekitar 3,9–4,6 gram per 100 gram, sedangkan kadar senyawa fenolik justru meningkat seiring kematangan kelapa.

Artinya, bahkan dua kelapa segar yang dibuka pada hari yang sama belum tentu mempunyai rasa manis atau komposisi identik.

Keunggulan air kelapa yang langsung diminum setelah buah dibuka adalah tidak melalui proses pemanasan atau penyimpanan panjang, sehingga komponen sensitif panas belum terpapar proses tersebut.

2. Pemrosesan bisa mengubah beberapa zat gizi

Ketika air kelapa dikeluarkan dari buahnya, kualitasnya cepat menurun. Akibatnya, produk komersial harus diproses untuk menghilangkan bakteri dan memperpanjang masa simpan.

Pemanasan konvensional memang dapat memengaruhi komponen tertentu. Studi yang membandingkan air kelapa segar dengan produk yang dipasteurisasi secara termal menemukan pemanasan menghasilkan perubahan senyawa volatil serta karakter rasa yang lebih “matang”, “toasted bread”, dan “hazelnut” dibanding air kelapa segar.

Penelitian tahun 2019 juga menemukan proses high-temperature short-time (HTST) menyebabkan penurunan vitamin C dan fenolik selama penyimpanan yang lebih besar daripada high-pressure processing (HPP). Pada hari ke-15 penyimpanan, kelompok HTST mempertahankan sekitar 64,5 persen vitamin C dan 74,3 persen total fenol, sedangkan HPP mempertahankan total fenol lebih tinggi.

Jadi, pada air kelapa dalam kemasan, cara produk tersebut diproses sangat menentukan.

3. Teknologi baru bisa membuat air kelapa kemasan mirip yang air kelapa segar

0 Komentar