RADARCIREBON.TV- Saat gunung api meletus, ancaman tak cuma datang dari aliran lava atau awan panas. Bahaya lain yang kerap mengintai warga di area sekitar hingga permukiman jauh adalah guyuran abu vulkanik.
Berdasarkan penjelasan International Volcanic Health Hazard Network (IVHHN), abu vulkanik merupakan pecahan batuan gunung api berukuran sangat kecil, mulai dari sebutiran pasir hingga sehalus bedak.
Saat beterbangan di udara, abu ini bisa menutup sinar matahari hingga membuat siang hari mendadak gelap. Lebih berbahaya lagi, abu vulkanik segar biasanya diselimuti lapisan asam yang berisiko memicu iritasi pada mata dan saluran pernapasan.
Baca Juga:24 Atlet Tuli Galang Dana untuk Kejuaraan di Malaysia, PATRIN Akhirnya Buka SuaraPersib Sukses Curi Tiga Poin dari PSM, Taktik Igor Tolic Jadi Kunci Kemenangan
Meskipun jarang berakibat fatal secara instan, paparan abu vulkanik terbukti ampuh mendongkrak jumlah pasien di puskesmas maupun rumah sakit.
Ancaman Nyata Buat Saluran Pernapasan
Partikel abu yang sangat halus bisa dengan mudah terhirup hingga masuk ke dalam paru-paru. Bahkan pada orang yang sehat sekalipun, paparan abu tebal dapat memicu keluhan seperti:
- Hidung meler dan terasa perih.
- Tenggorokan sakit, gatal, disertai batuk kering.
- Dada sesak dan napas berbunyi (mengi), terutama bagi penderita penyakit paru.
- Kambuhnya gejala asma atau bronkitis secara mendadak.
Anak-anak, lansia, serta penderita penyakit jantung dan gangguan paru-paru menjadi kelompok yang paling rentan. Jika terpapar abu halus berisiko silika tinggi dalam jangka panjang, risiko penyakit paru-paru kronis bisa mengintai.
Bisa Menggores Mata dan Bikin Kulit Gatal
Bukan cuma paru-paru, iritasi mata jadi keluhan yang paling sering muncul saat terjadi hujan abu. Butiran abu yang tajam bisa menggores kornea mata dan menyebabkan peradangan (konjungtivitis). Gejalanya mulai dari mata merah, gatal, berair, sensitif cahaya, hingga terasa ganjal seperti kemasukan pasir.
Bagi pengguna lensa kontak (softlens), sangat disarankan untuk segera melepasnya begitu terjadi hujan abu dan beralih ke kacamata biasa atau kacamata pelindung.
Di sisi lain, abu vulkanik yang bersifat asam juga bisa bikin kulit memerah dan gatal. Hindari menggaruk kulit yang gatal agar tidak terjadi infeksi.
