EIGER Nature Tanam 120 Ribu Pohon di Puncak, Komitmen Pulihkan Lahan Kritis dan Hadirkan Ekowisata Berkelanjut

ilustrasi
EIGER Nature tanam lebih dari 120.000 pohon di kawasan Puncak sebagai komitmen pemulihan lingkungan dan pengembangan ekowisata berkelanjutan. | Foto: Dok. disway
0 Komentar

RADARCIREBON.TV – Kabar baik datang dari kawasan Puncak, Kabupaten Bogor. EIGER Nature resmi bertransformasi dari EIGER Adventure Land menjadi destinasi ekowisata yang mengedepankan konservasi alam, pelestarian budaya, dan pemberdayaan masyarakat sekitar . Transformasi ini menjadi bagian dari komitmen EIGER untuk membangun ekowisata yang tidak hanya menawarkan petualangan, tetapi juga memberikan manfaat berkelanjutan bagi alam dan manusia.

Perubahan nama ini bukan sekadar pergantian identitas. Direktur Utama EIGER Nature, Imanuel Wirajaya, menegaskan bahwa transformasi ini adalah bagian dari perjalanan panjang EIGER untuk terus belajar dari alam, budaya, dan manusia. “Perubahan ini bukan sekadar tentang nama, tetapi tentang komitmen kami untuk membangun ekowisata yang dapat menjadi berkat bagi pengunjung, alam, budaya, dan masyarakat,” ujarnya .

Pemulihan Lahan Kritis dan Penanaman Pohon

Salah satu langkah konkret yang telah dilakukan EIGER Nature adalah pemulihan lahan kritis di area PTPN I Regional 2 seluas 73,23 hektare . Perusahaan telah menanam lebih dari 120.000 pohon serta sekitar 8 juta semak dan tanaman penutup tanah di kawasan tersebut . Selain itu, mereka juga melakukan pendataan keanekaragaman hayati di Zona Pemanfaatan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) seluas 253,66 hektare, serta pengelolaan air dan lingkungan secara berkelanjutan .

Baca Juga:Lima Gunung di Indonesia Erupsi Hampir Serentak, Apakah Saling Berkaitan? Simak Penjelasan PVMBGCalvin Verdonk Cetak Sejarah, Jadi Pemain Indonesia Pertama di Liga Champions

Upaya ini menjadi bagian dari proses panjang setelah pemerintah mencabut sanksi administratif terhadap PT Eigerindo MPI (EMPI) melalui Keputusan Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Nomor 2889 Tahun 2025 pada 22 November 2025 . Pencabutan sanksi tersebut mempertimbangkan komitmen perusahaan dalam memulihkan lahan kritis melalui pendekatan ekowisata, serta dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat lokal .

Konsep Ekowisata 7E

EIGER Nature dikembangkan dengan pendekatan 3E Ekowisata, yakni Ekologi, Etnologi, dan Ekonomi, yang kemudian diperluas menjadi kerangka 7E: Ekologi, Etnologi, Ekonomi, Edukasi, Estetika, Etika, dan Entertainment . Kerangka ini menjadi landasan dalam merancang kawasan, program, serta pengalaman pengunjung agar aktivitas wisata dapat berjalan berdampingan dengan konservasi dan pemberdayaan masyarakat .

“Bagi kami, ekowisata bukan sekadar membawa orang ke alam. Ekowisata harus mampu membangun hubungan yang lebih baik antara manusia, alam, budaya, dan masyarakat, sekaligus memberikan manfaat yang berkelanjutan,” tegas Imanuel .

0 Komentar