Lalu, apakah air kelapa efeknya serupa?
Dalam sebuah studi, 8 orang dewasa sehat tanpa riwayat batu ginjal diminta mengonsumsi 2 liter air kelapa per hari selama 4 hari, kemudian dibandingkan dengan periode ketika mereka mengonsumsi 2 liter air putih.
Hasilnya, air kelapa meningkatkan:
- Sitrat urine sekitar 29 persen.
- Kalium urine sekitar 130 persen.
- Klorida urine sekitar 37 persen.
Tidak ditemukan perubahan signifikan pada pH urine maupun volume urine dibandingkan air putih.
Akan tetapi, studi tersebut berskala kecil, periode waktunya singkat, dan tidak melibatkan pasien dengan batu ginjal. Selain itu, 2 liter air kelapa per hari merupakan jumlah penelitian, bukan rekomendasi konsumsi.
Baca Juga:Benarkah Air Kelapa Bisa Menetralkan Racun? Simak Penjelasan IniJadwal Sepak Bola Malam Ini 9-10 September 2026: Ada Pertandingan Barca, Liverpool vs ATM
Jadi, belum dapat disimpulkan bahwa minum air kelapa mencegah kekambuhan batu ginjal. Untuk pasien yang pernah mengalami batu, strategi pencegahan tetap perlu disesuaikan dengan jenis batu dan hasil pemeriksaan urine.
Asupan cairan yang cukup untuk menghasilkan volume urine umumnya minimal sekitar 2,5 liter per hari sebagai salah satu pilar pencegahan batu.
3. Ada efek terhadap pembentukan kristal, tetapi belum terbukti pada manusia
Ada satu penelitian yang kerap menjadi acuan untuk mendukung klaim bahwa air kelapa dapat melindungi ginjal.
Pada 2013, para peneliti menginduksi pembentukan batu pada tikus menggunakan etilen glikol. Tikus yang juga mendapatkan air kelapa menunjukkan lebih sedikit deposisi kristal pada jaringan ginjal dan jumlah kristal urine yang lebih rendah dibanding kelompok yang hanya mendapatkan etilen glikol. Para peneliti juga melaporkan perbaikan beberapa penanda fungsi ginjal dan stres oksidatif.
Model etilen glikol sengaja dibuat untuk menghasilkan nefrolitiasis (terbentuknya batu di ginjal yang dapat menyebabkan nyeri hebat, infeksi, atau gangguan aliran urine) pada hewan dan tidak identik dengan bagaimana batu ginjal terbentuk pada manusia.
Sampai ada uji klinis yang lebih besar pada orang dengan batu ginjal, air kelapa belum dapat disebut sebagai terapi pencegah batu.
Air kelapa juga tidak terbukti dapat menghancurkan atau meluruhkan batu yang sudah terbentuk. Batu dapat memiliki komposisi berbeda—seperti kalsium oksalat, asam urat, struvit, atau sistin—sehingga penanganannya tidak sama.
