RADARCIREBON.TV – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengajak pelaku usaha ASEAN dan Kanada untuk memanfaatkan Implementasi Comprehensive and Progressive Agreement for Trans-Pacific Partnership – Comprehensive Economic Partnership Agreement (ICA-CEPA) secara maksimal. Hal tersebut disampaikan saat berpidato dalam acara Canada-ASEAN Business Council (CABC) Executive Dialogue yang diselenggarakan di sela-sela Canada Investment Summit di Toronto pada 15 September 2026.
ICA-CEPA Jadi Instrumen Tepat di Waktu Tepat
Menko Airlangga menyampaikan apresiasi kepada CABC sebagai jembatan antara pelaku usaha, investor, dan pemerintah dari kedua kawasan. “Indonesia menawarkan pasar bagi investor Kanada dan ASEAN yang tidak hanya besar, tetapi stabil dan disiplin dalam mengelola pertumbuhannya,” ujarnya. Menurut Menko Airlangga, ICA-CEPA merupakan perjanjian dagang bilateral pertama Kanada dengan negara anggota ASEAN sekaligus kemitraan ekonomi komprehensif pertama Indonesia dengan kawasan Amerika Utara. Perjanjian ini sudah ditandatangani pada 2025 dan telah selesai diratifikasi oleh kedua negara, kini tengah memasuki tahap pengaturan teknis termasuk rules of origin.
“ICA-CEPA adalah instrumen yang tepat, di waktu yang tepat,” tegas Menko Airlangga. Melalui perjanjian ini, Kanada akan menghapus atau menurunkan tarif lebih dari 90 persen pos tarif produk Indonesia, sementara Indonesia melakukan hal yang sama untuk hampir 86 persen pos tarif produk Kanada. Hal ini tentu membuka peluang besar bagi produk Indonesia untuk menembus pasar Kanada, sekaligus memberikan akses bagi produk Kanada ke pasar Indonesia yang luas.
Baca Juga:Cara Beli Tiket Konser BIGBANG di Jakarta 2027, Dibuka Mulai Besok 17 September 2026KONI Kabupaten Cirebon Siap Dipanggil DPRD Bahas Tarif Parkir dan Pengelolaan Stadion Watubelah
Peluang Kerja Sama di Berbagai Sektor Strategis
Perjanjian ICA-CEPA membuka peluang kerja sama di sektor hilirisasi mineral kritis seperti nikel dan bahan baterai, energi bersih dan terbarukan, agri-pangan dan perikanan berkelanjutan, infrastruktur, serta jasa keuangan dan digital. Menko Airlangga mengundang investor dan pelaku usaha untuk menjajaki lebih jauh sektor-sektor tersebut sambil menegaskan bahwa Pemerintah Indonesia sedang aktif membangun kerangka kerja pendukung.
“Dialog hari ini penting, karena pada akhirnya para pelaku usaha seperti anggota CABC-lah yang akan mewujudkan ICA-CEPA,” tutur Menko Airlangga. Ia mendorong forum ini menjadi ajang pertukaran gagasan dua arah serta berharap masukan yang diperoleh dapat diwujudkan dalam tindak lanjut konkret. Dengan kolaborasi yang erat antara pemerintah dan pelaku usaha, manfaat ICA-CEPA diharapkan dapat dirasakan secara nyata oleh kedua kawasan.
