Mengenal Japanese Tabata Workout, Benarkan Cepat Membakar Lemak dan Kalori? Simak Penjelasannya

Tabata
Ilustrasi Wanita kelebihan berat badan melakukan push-up melihat di laptop (istockphoto)
0 Komentar

Sebagaimana dikutip dari laman anytimefitness.com, latihan Tabata memiliki manfaat yang signifikan bagi tubuh. Metode ini membebani dua sistem energi secara bersamaan, yaitu sistem aerobik (yang menopang aktivitas berdurasi panjang dan stabil) dan sistem anaerobik (yang memicu gerakan singkat dan eksplosif) sama-sama dipacu hingga batas maksimalnya dalam kurun waktu empat menit tersebut. Hal ini menjadi pembeda latihan Tabata dengan latihan kardio tradisional yang hanya melatih aspek aerobik saja.

Gerakannya yang bersifat intens ini mendorong pembakaran kalori dan lemak. Berbagai gerakan Tabata dap t meningkatkan detak jantung dan memacu tubuh bekerja pada kapasitas maksimal di setiap putaran. Gerakan anaerobik yang ada memaksa tubuh mengandalkan glukosa yang tersimpan di dalam otot sebagai sumber energi, yang pada titik tertentu dapat membakar kalori.

Latihan Tabata juga memiliki efek pembakaran kalori lanjutan yang signifikan. Laporan acefitness.org menyebut latihan interval intensitas tinggi ini meningkatkan laju metabolisme selama berjam-jam setelah selesai berolahraga. Sebab, tubuh bekerja memulihkan kadar oksigen, membuang sisa-sisa metabolisme, dan memperbaiki jaringan otot.

Baca Juga:Jadwal Sepak Bola Malam Ini 19-20 September 2026: Ada Pertandingan Super League, Liga 2, EPL, dan Serie APeluang Srikandi Indonesia! Jadwal Perempat Final Voli Putri Asian Games 2026 dan Klasifikasi

Selain itu, gerakan cepat Tabata diklaim dapat meningkatkan kebugaran kardiovaskular. Apabila dilakukan secara rutin, maka performa stamina dan daya tahan tubuh semakin optimal. Sebagian latihan Tabata menyasar berbagai kelompok otot secara bersamaan. Hal ini dapat membangun massa otot dan meningkatkan kekencangan.

Panduan Latihan Tabata & Tips Agar Aman

Tabata dapat dilakukan dengan berbagai jenis gerakan mulai dari latihan otot inti (core), kardio, kekuatan, dan sebagainya. Agar tubuh tetap aman, lakukan pemanasan terlebih dahulu untuk sebelum membuka sesi Tabata.

Pemanasan bisa berupa latihan ringan seperti lari di tempat dan peregangan dinamis untuk mempersiapkan otot sebelum latihan inti. Lalu siapkan timer untuk memantau interval kerja dan waktu istirahat. Timer dapat membantu untuk menerapkan struktur latihan secara ketat, yaitu 20 detik beraktivitas dan 10 detik istirahat.

Setelah pemanasan, lakukan gerakan Tabata dengan penuh semangat. Sebagai contoh, lakukan gerakan push-up sebanyak mungkin dengan teknik yang benar selama 20 detik, diikuti dengan istirahat selama 10 detik, seperti dikutip dari uwgb.edu.

0 Komentar