RADARCIREBON.TV- Salah satu olahraga yang banyak digemari masyarakat yaitu Japanese Tabata Workout atau latihan Tabata. Olahraga ini hanya dilakukan dalam waktu empat menit dengan peralatan yang sangat minim.
Meskipun demikian, latihan Tabata selama empat menit memberikan dampak latihan yang lebih signifikan dibandingkan satu jam latihan kardio biasa. Pendekatan ini memiliki tata cara tertentu yang terdiri dari sesi latihan yang singkat namun sangat intens, yaitu 20 detik. Setelah itu, ada jeda atau waktu pemulihan yang juga singkat, hanya 10 detik. Aktivitas ini dilakukan secara berulang hingga delapan kali sesi.
Tabata termasuk salah satu jenis olahraga High-Intensity Interval Training (HIIT) yang bermanfaat bagi tubuh, khususnya dalam meningkatkan stamina, membakar kalori dan lemak, serta mengencangkan massa otot. Sebelum melakukan Tabata, pastikan telah mengukur kesiapan diri dan lakukan latihan Tabata sesuai struktur yang berlaku.
Baca Juga:Jadwal Sepak Bola Malam Ini 19-20 September 2026: Ada Pertandingan Super League, Liga 2, EPL, dan Serie APeluang Srikandi Indonesia! Jadwal Perempat Final Voli Putri Asian Games 2026 dan Klasifikasi
Mengenal Latihan Tabata dan Asal-usulnya
Japanese Tabata Workout diciptakan oleh peneliti asal Jepang, Izumi Tabata, bersama tim peneliti dari National Institute of Fitness and Sports di Tokyo tahun 1996. Dalam penelitiannya, Izumi Tabata melibatkan pelatih tim speed skating Olimpiade Jepang, Irisawa Koichi.
Para partisipan diminta untuk melakukan tujuh hingga delapan set sprint bersepeda selama 20 detik dengan intensitas sekitar 170% dari kapasitas aerobik maksimal mereka, diselingi istirahat hanya 10 detik di antara setiap set. Kegiatan ini dilakukan selama lima hari seminggu dalam kurun waktu enam minggu.
Tingkat intensitas latihan ditetapkan untuk menstimulus pasokan oksigen yang jauh melampaui kemampuan tubuh untuk menyediakannya. Temuan utama penelitian ini yaitu latihan Tabata dapat meningkatkan daya aerobik maupun kapasitas anaerobik secara signifikan.
Pada struktur klasik, satu putaran Tabata umumnya terdiri dari 20 detik latihan dengan upaya maksimal, diikuti oleh 10 detik istirahat. Siklus ini diulang sebanyak delapan kali dengan total durasi empat menit. Gerakan cepat ini bertujuan memacu tubuh hingga mencapai titik kelelahan dalam waktu singkat.
Dalam protokol asli, Tabata menargetkan 170% dari Volume of Oxygen maksimum atau jumlah atau volume oksigen yang dikonsumsi dan digunakan oleh tubuh. Pada putaran keenam, detak jantung maksium ditargetkan berada di angka 90 persen.
