4. Pastikan pengetesan dilakukan pada kondisi ideal
Pengetesan performa HP sebisa mungkin dilakukan di kondisi yang ideal, seperti di ruangan bersuhu dingin, dilakukan saat baterai HP penuh (70-100 persen), dan pastikan kamu sudah melakukan update software ke versi terbaru. Berbagai sumber menjelaskan bahwa kondisi yang tidak ideal bisa berpengaruh pada performa, kemampuan gaming, hingga skor benchmark. HP bisa mengalami overheat (panas berlebih), lag, hingga eror. Kondisi ideal mampu mendorong HP untuk mengeluarkan performa terbaik dan mengemulasikan penggunaan harian seperti penggunaan indoor atau memainkan HP setelah dicas.
5. Cek suhu HP setelah pengetesan selesai
Setelah pengetesan berakhir, ada satu hal yang harus kamu cek, yaitu suhu HP. Sebab, saat pengetesan berlangsung HP akan mengeluarkan performa terbaiknya, mendorong GPU dan CPU untuk bekerja lebih keras, hingga akhirnya suhu akan meningkat secara drastis. Pengecekan suhu bisa dilakukan menggunakan aplikasi seperti DevCheck atau melalui termometer. Pengecekan suhu juga bisa menjadi indikator seberapa baik optimalisasi dan kemampuan sistem pendingin. Jika suhunya tak terlalu tinggi (di bawah 45°C), artinya sistem pendingin berhasil menstabilkan suhu dengan sangat baik.
Tiap cara mengetes performa HP dirancang untuk mengetes aspek yang berbeda. Sesuaikan metode pengetesan dengan kebutuhan dan kemampuan dari HP itu sendiri. Kamu juga bisa membandingkan hasil pengetesan dari satu HP dengan HP lain. Perbandingan tersebut akan memberikan gambaran seberapa tinggi performa HP kamu dan bagaimana kemampuannya jika dibandingkan dengan HP lain.
