4 Gunung di Indonesia Erupsi Nyaris Bersamaan, Ini Penjelasannya

gunung di Indonesia erupsi
Empat gunung di Indonesia erupsi nyaris bersamaan, ini penjelasan ilmiahnya. | Foto: Dok. radarcirebon.com
0 Komentar

RADARCIREBON.TV – Dalam kurun waktu kurang lebih sehari semalam, empat gunung api di Indonesia dilaporkan erupsi secara bersamaan. Keempat gunung tersebut adalah Anak Gunung Krakatau, Gunung Semeru, Gunung Ile Lewotolok, dan Gunung Ibu. Fenomena ini pun memicu pertanyaan di kalangan masyarakat: apakah ada pertanda tertentu di baliknya?

Berdasarkan pantauan aktivitas vulkanik terbaru pada Selasa (6/10/2026), tercatat tiga gunung yang erupsi. Sementara Gunung Anak Krakatau erupsi sehari sebelumnya, yakni pada Senin (5/10/2026). Gunung Semeru mengalami erupsi pada Selasa pagi dengan tinggi letusan mencapai 900 meter di atas puncak. Aktivitas vulkaniknya berada pada Status Level III (Siaga). Semeru adalah gunung berapi aktif tertinggi di Pulau Jawa dengan puncak Mahameru yang memiliki ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Gunung lain yang meletus adalah Gunung Ile Lewotolok di Nusa Tenggara Timur. Gunung yang berada di Kabupaten Lembata tersebut tercatat mengalami 90 kali letusan dalam sehari dengan status aktivitas Waspada. Gunung ini juga terpantau mengeluarkan guguran dan aliran lava. Letusan terjadi dalam periode pengamatan Senin dari pukul 00.00-24.00 Wita.

Baca Juga:DPR Sahkan UU Perlindungan Ketenagakerjaan, Hak Pekerja hingga Jaminan Sosial Kini Diatur Lebih KuatStatus Gunung Anak Krakatau Turun ke Level Waspada Mulai 21 September

Begitu juga Gunung Ibu di Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara. Gunung ini mengalami erupsi dan saat ini berada pada Level II (Waspada). Erupsi terbaru tercatat terjadi pada Selasa (6/10/2026) pukul 09.19 WIT. Letusan juga terjadi sebelumnya pada Senin (5/10/2026) pukul 21.41 WIT dan 23.09 WIT. Tinggi kolom abu teramati mencapai sekitar 500 meter di atas puncak atau 1.825 mdpl dengan warna kelabu tebal mengarah ke timur laut.

Yang terakhir, Gunung Anak Krakatau. Gunung yang terletak di perairan Selat Sunda ini kembali mengalami erupsi dua kali pada Senin malam (5/10/2026). Aktivitas tersebut menghasilkan abu vulkanik yang terpantau bergerak ke arah barat laut. Berdasarkan laporan BMKG, erupsi pertama terjadi pada pukul 20.13 WIB, kemudian disusul erupsi kedua pada pukul 20.28 WIB. Abu vulkanik terpantau hingga ketinggian sekitar 9.000 kaki atau 2,7 kilometer di atas permukaan laut.

Mengapa Bisa Terjadi Bersamaan?

Mengapa empat gunung api tersebut meletus dalam waktu yang hampir bersamaan? Gunung berapi di Indonesia meletus atau erupsi dalam waktu yang hampir bersamaan bukan karena adanya saluran magma yang saling terhubung. Gunung api meletus nyaris bersamaan karena kebetulan bertemunya siklus aktivitas vulkanik dari masing-masing gunung yang berada di kawasan Cincin Api Pasifik (Ring of Fire).

0 Komentar