RADARCIREBON.TV – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia hingga kini belum juga padam sejak Agustus 2026. Pemerintah pun terus melakukan berbagai upaya penanggulangan dengan mengerahkan satuan tugas (satgas) darat dan udara.
Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Listyo Sigit Prabowo memastikan pemerintah terus melakukan pemantauan terkait karhutla. Menurutnya, kajian dari hasil pemantauan itu nantinya akan menjadi strategi pemerintah untuk mengatasi persoalan tersebut.
“Kami kan sedang melaksanakan berbagai macam pantauan. Yang jelas ini menjadi kajian untuk mengambil langkah yang terbaik,” kata Listyo, Minggu (11/10/2026).
Baca Juga:59 Persen Warga Belum Terlayani PDAM Tirta Giri Nata Kota CirebonCegah Kecurangan Antrean Haji, Kemenhaj dan Kemendagri Padankan Data Calon Jemaah
Ia menyebut Presiden Prabowo telah memerintahkan TNI, Polri, hingga kepala daerah untuk bekerja sama mempercepat pemadaman karhutla. Eks Kapolri itu mengatakan, Presiden Prabowo telah mengerahkan satgas, baik darat maupun udara dalam penanggulangan karhutla. Menurutnya, seluruh satgas itu akan memberikan edukasi hingga perbaikan regulasi.
“Lengkap. Mulai dari Satgas udara, Satgas darat, kemudian juga upaya-upaya untuk terus memberikan sosialisasi, edukasi, perbaikan regulasi,” imbuhnya.
Badan Restorasi Gambut Disiapkan
Listyo mengatakan, pemerintah juga telah mempersiapkan Badan Restorasi Gambut sebagai badan yang lebih fleksibel dalam mencegah karhutla di masa depan. “Semuanya sedang didorong termasuk bagaimana mempersiapkan Badan Restorasi Gambut untuk menjadi badan yang lebih fleksibel untuk ke depan menghadapi dan mencegah agar karhutla betul-betul bisa diminimalkan,” tuturnya.
Sebagai informasi, karhutla hingga kini belum juga padam sejak Agustus 2026 lalu. Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, menelepon Presiden Prabowo untuk membahas persoalan karhutla pada Kamis (8/10/2026). Dalam percakapan itu, Prabowo menyatakan kesiapannya untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan guna mengatasi situasi penyebab kabut asap di Malaysia.
“Masalah kabut asap ini memang mengkhawatirkan. Saya secara pribadi menghubungi Presiden Prabowo, dan beliau setuju untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan,” kata Anwar saat berbicara kepada wartawan.
PM Anwar mencatat bahwa selama beberapa minggu terakhir, Malaysia telah menyatakan kesiapannya untuk menawarkan segala bentuk kerja sama kepada Indonesia, mengingat situasi kabut asap tersebut menimbulkan kekhawatiran terkait kesehatan masyarakat. “Jadi, selama beberapa minggu terakhir, kami (Malaysia) telah menyatakan kesiapan untuk memberikan kerja sama apa pun, mengingat kabut asap ini mengkhawatirkan dan saya tahu hal ini menjadi perhatian terkait kesehatan masyarakat,” ujarnya.
