Hal ini dikarenakan sirosis dapat memicu kerusakan fungsi hati yang lebih parah dan menyebabkan sejumlah komplikasi, seperti retensi cairan.
Dokter dan ahli gizi biasanya merekomendasikan Anda untuk menjalani diet tinggi energi dan protein untuk membantu kerja fungsi hati.
Namun, usahakan untuk memilih sumber protein yang sehat dan tidak mengandung banyak lemak, seperti:
Baca Juga:Siapa Penemu Es Teh? Inilah Sejarah Minuman Favorit Orang Indonesia3 HP Android Rp2 Jutaan yang Tampilan Mewah Ala iPhone 17 Pro, Desain Premiun Harga Terjangkau
- Ikan,
- Kacang-kacangan,
- Biji-bijian,
- Yoghurt,
- Keju rendah garam,
- Minyak nabati, dan
- Susu serta produk olahannya.
3. Membatasi asupan lemak
Terlalu banyak lemak jahat memang tidak baik bagi fungsi hati, terutama ketika sudah mengalami kerusakan.
Namun, sebenarnya tidak ada salahnya mengonsumsi makanan berlemak, asalkan memilih sumber lemak yang tepat.
Pasien penyakit hati dianjurkan untuk mengonsumsi sumber lemak sehat, seperti yang mengandung omega-3, dalam jumlah terbatas.
Lemak sehat bisa membantu mengurangi peradangan dan penumpukan lemak di hati.
Itu sebabnya, Anda perlu memilih makanan yang mengandung lemak baik untuk menjaga kesehatan liver, seperti:
- Ikan salmon, tuna, dan kembung,
- Minyak sayur,
- Kacang-kacangan, termasuk walnut dan almon,
- Buah zaitun,
- Sayuran berdaun hijau gelap, seperti bayam dan brokoli,
- Alpukat, dan
- Susu.
Jangan lupa untuk memasak tanpa digoreng karena makanan yang berminyak tinggi kalori dan lemak jahat.
Coba juga untuk membatasi konsumsi makanan yang dipanggang, dibakar, atau digoreng dengan minyak kelapa dan ganti dengan mengukus atau merebusnya.
Baca Juga:Jadwal Pertandingan Nottingham vs Arsenal Liga Inggris 2026, Apakah Live TV atau Streaming?Jadwal Deltras vs Persis Solo Liga 2 Championship 2026 Sore Ini, Apakah Tayang di TV atau Live Streaming?
4. Memperbanyak konsumsi buah dan sayur
Sudah bukan rahasia umum lagi bahwa konsumsi buah dan sayur bermanfaat bagi tubuh, termasuk fungsi hati.
Bagaimana tidak, buah dan sayur mengandung serat dan antioksidan yang tinggi. Keduanya tentu baik untuk organ hati Anda.
Sebagai contoh, buah sitrus seperti lemon dan jeruk nipis, kaya akan asam sitrat, kalium, dan vitamin C.
Zat gizi ini membantu meningkatkan energi, detoksifikasi hati, dan mengurangi peradangan.
Bahkan, flavonoid pada buah sitrus dipercaya membantu melindungi hati dari kerusakan.
Selain buah sitrus, jenis buah dan sayuran lainnya yang bisa Anda manfaatkan dalam menjalani diet penyakit hati meliputi:
- Jeruk bali,
- Kubis brussel,
- Brokoli,
- Kembang kol,
- Kangkung,
- Sawi, dan
- Buah beri, seperti bluberi dan cranberry.
