Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Cirebon bersama Fatayat NU Kota Cirebon, memberikan edukasi literasi keuangan kepada seratus santri dari dua puluh pondok pesantren. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman santri terhadap investasi syariah, sekaligus mencegah mereka terjerat investasi bodong dan pinjaman online ilegal.
Maraknya praktik investasi bodong dan pinjaman online ilegal menjadi perhatian Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Cirebon. Untuk meningkatkan pemahaman generasi muda terhadap risiko keuangan digital, OJK bersama Fatayat NU Kota Cirebon menggelar edukasi literasi keuangan bagi seratus santri dari Kota Cirebon.
Kegiatan yang digelar dalam rangkaian peringatan Hari Santri Nasional dan Bulan Inklusi Keuangan ini, memberikan pemahaman mengenai pengelolaan keuangan, instrumen keuangan syariah, hingga investasi reksa dana.
Baca Juga:604 Kontingen Kabupaten Cirebon Dilepas ke Porprov Jabar 2026 – VideoMarching Band SMPN 1 Siap Ikuti Kompetisi Internasional – Video
OJK menilai, santri perlu memiliki bekal literasi keuangan sejak dini. Sebab, setelah menyelesaikan pendidikan di pesantren, para santri akan dihadapkan pada berbagai kebutuhan ekonomi dan kehidupan sosial. Termasuk kemampuan membedakan antara kebutuhan dan keinginan.
Terlebih, masih banyak kasus investasi bodong dan maraknya pinjaman online ilegal, sehingga menjadi pelajaran penting bagi masyarakat. Kondisi ini menjadi pengingat agar masyarakat tidak mudah tergiur dengan tawaran-tawaran yang diberikan.
Sementara itu, Ketua Fatayat NU Kota Cirebon menyampaikan, pendidikan di pesantren perlu didukung dengan pengetahuan keuangan digital. Sehingga santri tidak hanya menguasai kitab kuning dan ilmu agama, tetapi juga mampu mengikuti perkembangan teknologi dan ekonomi modern.
Antusiasme peserta dalam kegiatan ini disebut cukup tinggi. Namun, dari banyaknya santri di Kota Cirebon, baru seratus santri yang dapat mengikuti edukasi. Fatayat NU berharap, kerja sama dengan OJK dapat terus berlanjut, sehingga edukasi keuangan bisa menjangkau lebih banyak pesantren di Kota Cirebon.
Ke depan, para santri juga diharapkan dapat menjadi agen literasi keuangan di lingkungan pesantren masing-masing. Melalui edukasi ini, santri diharapkan semakin cerdas dalam mengelola keuangan, memahami risiko investasi, serta terhindar dari jerat investasi bodong dan pinjaman online ilegal.