Program Kampung Bersih yang digagas Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cirebon mulai menunjukkan perkembangan. Namun, setelah hampir empat bulan berjalan, pengelolaan sampah di 40 desa binaan masih belum merata. Sejumlah desa mulai menghasilkan produk olahan, sementara lainnya masih berproses dalam pemilahan sampah.
Program Kampung Bersih yang digagas Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cirebon mulai menunjukkan perkembangan di sejumlah desa. Kepala Bidang Kebersihan dan Pertamanan DLH Kabupaten Cirebon, Suyanto, mengatakan program Kampung Bersih memiliki masa kontrak enam bulan. Pendampingan dilakukan untuk mendorong desa agar mampu mengelola sampah secara mandiri sejak dari sumbernya.
Dari 40 desa binaan, hampir separuhnya dinilai belum maksimal dalam menjalankan program. Meski demikian, proses pemilahan sampah mulai berjalan sebagai langkah awal membangun pengelolaan sampah di lingkungan masyarakat.
Baca Juga:Wayang Golek hingga Tari Topeng Meriahkan Mayung Culture Festival – VideoPemberitahuan Pasar Darurat Kanoman Diterima Kecamatan Pekalipan – Video
Dalam pelaksanaannya, setiap kecamatan diwakili satu desa binaan. DLH juga menyiapkan tenaga pendamping dengan rasio satu orang untuk lima desa guna membantu proses pembinaan.
Salah satu desa yang menunjukkan perkembangan positif yakni Desa Susukanlebak, Kecamatan Susukanlebak. Pengelolaan sampah di desa tersebut bahkan mulai menghasilkan produk turunan, seperti paving block dan kerajinan hiasan.
Melalui pendampingan yang masih berlangsung, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cirebon berharap seluruh desa binaan dapat meningkatkan kemampuan pengolahan sampah. Sehingga, pengelolaan tidak hanya berhenti pada pemilahan, tetapi juga mampu menghasilkan produk bermanfaat dan bernilai ekonomi.